Penyebab Gagalnya Sebuah Band

Penyebab Gagalnya Sebuah Band

Banyak band yang bermunculan saat ini dibelantika musik indonesia dari mulai band berlebel dan juga band indie. Namun tidak memiliki tujuan, terkadang walaupun sudah menelurkan sebuah albun tetap saja tidak pernah menuai sukses komersial. Ada yang salah?  Pertanyaan standar ini sering dilontarkan band band pendatang baru yang belum memiliki kesiapan yang cukup untuk terjun kedunia musik. Berikut ini akan di bahas beberapa hal penyebab kegagalan sebuah band.

1.      {C}Tidak memiliki tujuan

Banyak band saat ini yang hanya memikirkan cara membangun band dan membuat album saja tanpa tahu nantinya akan dikemanakan album yang telah mereka buat.Perencanaan jangka panjang inilah yang sangat penting bagi sebuah band, karena bisnis musik adalah bisnis yang keras, apalagi jika Anda tidak memiliki panduan yang jelas. Kebanyakan label rekaman, penerbit musik, manajer, produser, pengacara hiburan dan bahkan agensi booking tidak akan mau bekerjasama dengan artis yang belum jelas menentukan arah dan tujuan bagi bandnya. Mereka  lebih memilih untuk bekerjasama dengan musisi yang memiliki tujuan jelas dan cekatan.

2.      {C}Tidak Memiliki Perangkat Menuju Kesuksesan

Berlawanan dengan kepercayaan orang banyak, sebenarnya memang ada sebuah "proses" untuk menjadi musisi professional dan mendapatkan sebuah kontrak rekaman. Industri musik dipenuhi dengan rumor, mitos dan misinformasi yang membuatnya sulit untuk menggoreskan kesuksesan di atasnya. Dengan memahami bagaimana industri musik ini bekerja tentunya dapat menjadi aset yang sangat berharga. Bagian dari "proses" yang dimaksud ini termasuk di antaranya adalah penggunaan "perangkat" khusus yang telah menjadi standar dalam ruang lingkup industri musik!

Daftar berikut memuat beberapa perangkat wajib yang Anda butuhkan guna mengejar karier yang serius sebagai musisi professional ;

·         {C}{C}Press Kit / Promo Pack

Sebuah demo kaset / CD yang berisikan 3-5 lagu TERBAIK band Anda. (Kualitas jelas berpengaruh!)

·         {C}{C}Biografi artis. (Informasi penting tentang sang artis, termasuk siapa saja mereka, apa yang mereka lakukan, apa yang sedang mereka kerjakan, dan sebagainya.)

·         {C}{C}Daftar lagu (song list). (Seluruh judul lagu yang dibawakan oleh sang artis, milik sendiri atau cover)

·         {C}{C}Lirik-lirik lagu. (materi lirik-lirik lagu milik sang artis yang termuat dalam demo mereka.

·         {C}{C}Foto artis.

·         {C}{C}"Write-ups" (Berbagai kisah menarik atau resensi yang ditulis media online dan cetak)

·         {C}{C}Daftar Target Media
Pemanfaatan media guna mendukung kemajuan karier Anda merupakan hal yang sangat penting sifatnya. Ini mencakup di antaranya penerbitan-penerbitan industri musik, majalah-majalah, surat kabar, radio, televisi dan internet. Sebuah band atau artis yang sangat berbakat dan secara berkesinambungan melakukan promosi bagi kemajuan kariernya memiliki kesempatan yang besar untuk mendapat "perhatian" untuk dikontrak label rekaman

3.      {C}Tidak Memiliki Seseorang Untuk Memandu Karier 

Salah satu tanggung jawab dari manajer personal adalah untuk membantu artis mengambil keputusan yang berhubungan dengan karier musik mereka. Masalahnya, kebanyakan artis biasanya tidak memiliki banyak waktu untuk mencari manajemen yang bagus. Biasanya ini terjadi karena kebanyakan manajer yang professional dan berpengalaman, sibuk sendiri dengan klien mereka masing-masing. Karena alasan inilah, banyak musisi yang lantas meminta kawan mereka sendiri untuk menjadi manajer.

Yang sering terjadi kemudian, sang teman tadi ternyata justru cenderung menjadi seorang booking agent dibandingkan manajer personal band. (Lebih gampang mencarikan panggung tentunya dibandingkan harus memandu karier musik artis!) Karena "teman-teman" ini sangat awam dengan bisnis musik, mereka terkadang jatuhnya malah sering mempersulit dibanding mempermudah. Jika memang manajer yang Anda cari, maka carilah manajer! Jika teman-teman Anda berniat untuk membantu, mereka bisa menjual tiket di konser atau belajar mengoperasikan lighting! Jangan pertaruhkan karier band Anda di tangan seseorang yang sama sekali tidak memahami cara bekerja bisnis musik apalagi tidak berpengalaman sama sekali di dunia bisnis yang satu ini.

4.      {C}Tidak Memiliki Komitmen Jangka Panjang

Jika Anda tidak jujur melihat diri Anda sendiri sebagai seorang musisi lebih dari 6 bulan sampai satu atau dua tahun, maka Anda sedang melalui sebuah fase yang bagi kita musisi "beneran" selalu berharap agar Anda MENGHILANG secepatnya! Menjadi seorang musisi adalah kerja keras seumur hidup, bukannya iseng-iseng! Musisi-musisi yang sukses di industri musik tidak sekadar memasukkan jempol kaki mereka untuk memeriksa keadaan air, mereka langsung terjun dengan kepala mereka lebih dahulu dan TIDAK pernah melihat ke belakang lagi! Sekali Anda telah menjadi seorang musisi maka seumur hidup Anda akan terus menjadi musisi!

5.      {C}Tidak Serius


Jika Anda memperlakukan musik hanya sebagai hobi, maka selamanya ia akan seperti itu! Jika Anda tidak menggiring musik dan band Anda menjadi serius, maka tidak seorangpun yang akan mau serius dengan band Anda! Jika tujuan Anda adalah menjadi musisi profesional, Anda harus menampilkan diri Anda dan apa yang Anda lakukan secara profesional pula!

Semoga saja band yang kalian buat saat ini tidak tergolong dalam 5 katagori diatas, tetap semangat hasilkan musik epic dan berkualitas.(Kenyataan berbanding terbalik dengan teorinya yaa,perlu kalian CATAT!!!)

Sumber Foto : Istimewa

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner