Persembahan Ireng Maulana untuk Jazz Indonesia (part 1)
Musik jazz dikenal sebagai padanan yang ampuh memanjakan diri, seolah menggambarkan nuansa malam penuh bintang kejora. Dengan segala keistimewaannya, genre tersebut hingga detik ini masih diminati oleh segala kalangan mulai dari yang muda sampai tua.
Lewat kabar yang berhembus, kata “jazz” konon berasal dari sebuah istilah vulgar yang digunakan untuk aksi seksual. Sebagian irama dalam musik jazz pernah diasosiasikan dengan rumah-rumah bordil dan perempuan-perempuan dengan reputasi yang kurang baik. Dalam perjalanannya kemudian, jazz akhirnya menjadi bentuk seni musik, baik dalam komposisi tertentu maupun improvisasi, yang merefleksikan melodi-melodi secara spontan. Musisi jazz biasanya mengekspresikan perasaannya yang tak mudah dijelaskan, karena musik ini harus dirasakan dalam hati. “Kalau kau menanyakannya, kau tak akan pernah tahu,” mengutip apa kata Louis Armstrong.
Banyak sekali perdebatan tentang bagaimana pergerakan musik jazz di Indonesia lahir. Namun menurut Sudibyo Pr, seorang pecinta jazz, sejarah musik jazz di Indonesia lahir dari seorang musisi yang berasal dari Aceh. Ia juga menambahkan bahwa pemain jazz pertama kali adalah seorang tentara yang dipanggil untuk menghibur para pejabat tinggi Belanda dan orang-orang Indonesia yang haknya disamakan oleh orang Belanda.

Musik jazz masuk Indonesia pertama kali pada tahun 30-an. Yang dibawa oleh musisi-musisi dari Filipina yang mencari pekerjaan di Jakarta dengan bermain musik. Bukan hanya mentransfer jazz saja, mereka juga memperkenalkan instrumen angin, seperti trumpet, saksofon, kepada penikmat musik Jakarta. Mereka memainkan jazz ritme Latin, seperti boleros, rhumba, samba dan lainnya. Beberapa nama musisinya yakni Soleano, Garcia, Pablo, Baial, Torio, Barnarto dan Samboyan. Selain bermain di Jakarta, seperti di Hotel Des Indes (sekarang Duta Merlin Plaza) dan Hotel Der Nederlander (jadi kantor pemerintahan), mereka juga bermain di kota lain, seperti di Hotel Savoy Homann – Bandung dan di Hotel Oranje (Yamato) – Surabaya.
Pendapat lain menyebutkan bahwa sejarah musik jazz di Indonesia bersamaan dengan merebaknya musik jazz di New Orleans, Amerika di tahun 1900-an. Dan di tahun 1920 tercatat ada band bernama Black & White yang di pimpin oleh musisi yang nasionalis bernama Wage Rudolf Supratman dan band tersebut terbentuk di kota Makassar. Tahun 1930-an, di Jakarta pun, lahir sebuah band beraliran jazz bernama Melody Makers yang dimotori oleh Jacob Sigarlaki. Ada juga yang bilang, bahwasanya sejarah musik jazz di Indonesia pertama kali dimainkan pada 1922. Di tahun tersebut, terdapat seorang pemain saksofon dari Belanda yang datang ke Indonesia membawa teman-temannya dan membentuk sebuah band yang beraliran musik jazz.
Kiprah jazz pasca proklamasi kemerdekaan pun tak kalah serunya, apalagi kalau kita mendengar nama Ireng Maulana. Ya, maestro yang beberapa lalu meninggal dunia ini, punya jasa besar dalam mengedarkan eksistensi jazz olahan tanah air Indonesia. Siapakah gerangan dia? Bagaimana perjalanan dirinya dari mulai merintis sampai menjadi legenda seperti sekarang ini?

*Diolah dari berbagai sumber
Foto: net
Comments (0)