Persembahan Ireng Maulana untuk Jazz Indonesia (part 3-habis)

Persembahan Ireng Maulana untuk Jazz Indonesia (part 3-habis)

Ireng Maulana All Stars adalah grup jazz pionir atau semacam Jazz 101 buat penikmat bahkan pelakunya, Indonesia khususnya. Salah satu albumnya, Jazz Tempo Doeloe, menampilkan beragam komposisi yang diaransir dengan berbagai warna yang masih berakar pada jazz. Lagu andalan album ini adalah hits Ebiet G. Ade berjudul “Berita Kepada Kawan”. Mereka mengaransir lagu ini dalam irama jazz yang kental nan segar.

Lagu-lagu lainnya juga tidak kalah jazzy, mulai dari lagu daerah seperti “Goro Gorone”, “Dek Sangke”, sampai yag lebih modern seperti “At the Jazz Band Ball”, “Chewin’ the Rag”, dan “Black and the White Rag”. Seperti yang kita tahu, meski tak adanya pengisi vokal dalam semua lagu di album ini, namun nomor-nomornya terbilang berbahaya dan layak untuk ditasbihkan sebagai salah satu album jazz terbaik di Indonesia.

Grup ini jelas menjadi pionir, khususnya di wilayah Asia Tenggara. Saat mereka didaulat sebagai pengisi acara pada September tahun 1983 di Singapura, sambutan penonton nyatanya di luar dugaan. Penonton meminta encore karena aksi Ireng Maulana All Stars bagi mereka menakjubkan. Pada keesokan harinya, tanggal 25 September 1983, surat kabar The Sunday Times, muncul dengan berita berjudul Standing Ovation for Jazz Group. Mengapa sampai segitunya?

Untuk beberapa waktu yang lama, aktivitas tersebut tak pernah dilakukan sebelumnya oleh penonton Singapura, apalagi buat musik jazz. Kritikus jazz Balbier S. Marcus mengomentari bahwa Ireng Maulana All Stars sungguh sempurna. Saking totalitasnya, bahkan Marcus menyebut bahwa masing-masing personil grup tersebut unggul dan tak ada yang hanya sebatas pengiring belaka. Semuanya berpadu padan menjadi sebuah kesatuan.

Kiprah Ireng Maulana All Stars menjadi pengantar Ireng sebagai jawara gitar jempolan asli Indonesia di masa yang akan datang. Kelompok ini terus berkembang hingga terbentuknya Ireng Maulana Associates, sebuah organisasi tempat bergabung para musisi jazz di Jakarta. Lewat lembaga itu pula, Ireng menyelenggarakan pesta musik jazz internasional  di Jakarta yang bernama “Jakarta Jazz Festival”. Selepas dari itu (hingga akhir hayatnya), Ireng terlihat sering tampil sebagai solois atau berkolaborasi dengan musisi lain seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Ireng Maulana, selamanya akan kita kenal sebagai sosok yang mempersembahkan jazz sebagai genre yang patut diperhitungkan di Indonesia.

*Diolah dari berbagai sumber

Foto: net

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner