Piccadilly Hangatkan Kembali Musik Indie Pop di Kota Kembang
Sebuah unit indie pop yang terdiri dari Irfan Muhammad (vocal, guitar), Yoga Nugraha (guitar), Mufti Rizky (bass), dan Mochamad Jeni (drums) muncul ke ranah industri indie, ketika gerakan genre musik ini semakin kurang terdengar gaungnya. Hingar bingarnya indepop atau yang lebih dikenal dengan istilah musik alternative pada tahun '90an di kota Bandung, coba untuk di refleksikan kembali oleh Piccadilly. Band yang terbentuk sejak 2010 ini mencoba menghangatkan kembali siklus indiepop dengan mengeluarkan single pertama mereka bertajuk Our Love is Piccadilly yang baru saja dirilis via halaman soundcloud mereka 14 Maret lalu.
Our Love is Piccadilly sendiri merupakan sebuah gambaran dari musik Piccadilly yang memilik benang merah twee-pop karya Field Mice, Heavenly, sampe Pastels yang coba mereka lebur dengan dengan nuansa indierock/shoegazing ala Ride, Teenage Fanclub, sampai Ash.
Lirik yang diusung pun dibuat semi gamblang dan tak banyak metafora. Dengan judul yang merupakan plesetan dari single band rilisan Sarah Records, Heavenly. Piccadilly mencoba mendeskripsikan kutipan ‘bahagia itu sederhana’ dalam balutan cerita relationship.
Band ini ternyata pernah berpartisipasi di Dufflecoat Records UK yang bertajuk Sacred Music, pada 2011 silam. Kabar terbarunya mereka sedang menggarap empat lagu lainnya yang mereka siapin buat mini album yang rencanannya bakal dirilis dalam waktu dekat.
Mengusung happy-noise-pop-sound, kamu bisa mendengar single mereka di https://soundcloud.com/piccadillypop/piccadilly-our-love-is
Sumber foto : http://provoke-online.com
Comments (0)