Pil Untuk Berdisko Dari Pulau Dewata
Ketika Apple Tree vakum cukup lama, karena kesibukan masing-masing dan sang bassist yg hijrah ke jakarta, Dizta sang vokalis, pada pertengahan 2006 memutuskan mengajak Dex, drummer dari kelompok yang sama, mendirikan DISCOTION PILL. Konsep yang dipilih pun berbeda dari band mereka sebelumnya. Terinspirasi dari perjalanannya ke Jepang dan menonton Boom Boom Satellite, Dizta mengajukan konsep padu padan antara Punk Rock dan Electronica yang segera saja diiyakan oleh sejawatnya yang lain, Yudha.


Penamaan band “Discotion Pill” (pil untuk berdisko campur distorsi) yang memang mencerminkan format musikal mereka, juga riang disepakati bersama. Resep yang “aneh” buat skena musik di Bali (bisa jadi merupakan yang pertama di Nusantara) ini akhirnya mendapat sambutan meriah dari publik muda. Peminat Punk Rock relatif mudah dirangkul, sementara para gadis penggemar dansa-dansa juga gampang diakrabi. Tak heran jika kontingen asal Kuta ini amat laris diundang manggung di begitu banyak acara (utamanya di Pulau Dewata). Pamor trio ini makin mencuat begitu single mereka yang masuk ke album kompilasi MOSHPIT MAVERICKS, “Kecewa”, menghiasi klasemen atas radio-radio lokal. Dan beberapa bulan setelah album penuh, “AMPHETAMINE”, dirilis, sosok legendaris dari Jerman, Peter Heckman, menyediakan dirinya untuk memproduseri Discotion Pill. Burn Down The Dancefloor..Right on!
Sumber: https://www.facebook.com/pages/DISCOTION-PILL/33793378418
Foto : Discotion Pill Facebook Official Page
Band Link Profile : http://www.reverbnation.com/discotionpillbali
Comments (1)