Ping Pong Club, Sajikan Musik Asal Britania Raya Rasa Bandung

Ping Pong Club, Sajikan Musik Asal Britania Raya Rasa Bandung

"Di Inggris seperti udah punya loyal, contohnya kayak ada permainan bola disana orang-orang sampe gak kerja, gak ke kantor gitu”, ujar Rizky atau biasa disapa Kidz ini.

Ping Pong Club dibentuk pada pertengahan 2017 di kota Bandung, dan digawangi oleh empat orang personil, ada Rizky yang akrab disapa Kidz, Hariz, Fasya, dan Satrio. Ditemui disela-sela syuting DCDC Musikkita, Mereka menejelaskan jika nama Pingpong Club diambil dari istilah audio left-right atau kiri kanan audio yang mereka analogikan menjadi Ping Pong (kesana – kemari) suara dari audio ke kiri dan ke kanan, sedangkan nama Club diartikan sebagai perkumpulan.

Kurang lebih dua tahun berdiri, Ping Pong Club beberapa kali sudah menorehkan pencapainya lewat tiga single “Venetian Blinds”, “Skylight” dan “Ecstatic” yang mereka luncurkan hanya dalam waktu satu tahun. Tidak hanya sampai disana saja, karena berikunya mereka menggarap album Retrospective yang berisi tujuh buah lagu dan dua lagu remake. Dalam membentuk warna musiknya, diakui oleh mereka jika Ping Pong Club cukup terpengaruh oleh band-band asal Inggris seperti New Order, Lightning Seeds dan band dari Norwegia A-ha.

Berbicara tentang perkembangan musik Britania Raya, Inggris telah melahirkan inovasi musik yang berpengaruh, dari mulai musik rock, jangle pop, heavy metal hingga house, yang memiliki akar dari Inggris atau telah dan dikembangkan secara inovatif oleh musisi-musisi Inggris. Seperti halnya band Ping Pong Club yang banyak diperkenalkan dengan subkultural musik Britania Raya, “mereka secara kultural udah beda, Amerika sama Inggris udah beda. Di Inggris seperti udah punya loyal, contohnya kayak ada permainan bola disana orang-orang sampe gak kerja, gak ke kantor gitu”, ujar Rizky ketika ditanya perihal pengaruh musik Britania Raya.

Sedikit kilas balik sebelum terbentuknya Ping Pong Club, masing-masing personil di band ini mempunyai grup musik masing-masing seperti Rizky yang sebelumnya tergabung dalam grup musik Good Morning Breakfast. Selain itu, dalam proses kreatif di Pingpong Club Hariz mengaku kadang terpengaruh dengan band ia sebelumnya, “Kalo dari Hariz mungkin alami secara tidak sadar pasti ada pengaruhnya karena beberapa tahun di band sebelumnya kadang kebawa gitu” ujar Hariz. Namun berbeda dengan yang lainnya, mereka mengaku tidak terpengaruh karena di Pingpong Club memberikan wadah untuk mereka terus eksplorasi musiknya lebih jauh karena menurutnya Ping Pong Club adalah tempat di mana mereka mengubah pengaruh musik yang sama dan menjadi bentuk yang lebih eksploratif, dengan menggabungkan manisnya musik indie pop / twee pop dengan suara futuristik dari synthesizer yang menjadikannya warna baru.

BACA JUGA - Mengungkap Lirik Personal Eleventwelfth Lewat Musik

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner