Profesor Musik Wanita yang diakui Eropa, Asal Indonesia

Profesor Musik Wanita yang diakui Eropa, Asal Indonesia

Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, A.Mus.DBandung, djarumcoklat.com - Tidak semua tokoh musik yang hebat itu berasal dari luar negeri. Perempuan bernama lengkap Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, A.Mus.D merupakan tokoh penting dan juga tokoh emansipasi wanita di negeri ini, yang mampu membawa nama Indonesia di mata musik internasional. Beliau pernah menjabat sebagai rektor di salah satu perguruan tinggi musik International Music College (Jazz & Rockschulen Freiburg)  di jerman pada medio 1990 hingga 1995. Proyek terbesarnya yang pernah dilakukan, adalah menyusun kurikulum pendidikan tinggi musik yang pada akhirnyan diakui betul oleh pemerintah Jerman ketika itu.

Ibu Deviana tinggal dan lalu bekerja di Eropa selama 26 tahun, dan di tahun 2000 pulang kampong ke Indonesia, dengan ilmu dan keahlian pada bidang seni musik, berlanjut dengan pendirian sekolah musik.

Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, A.Mus.DLahir di Jakarta, dan memulai mengenal musik sejak usia lima tahun dengan memulai mengambil pelajaran formal di Bangkok, Thailand, dan di usia 18 tahun, dengan modal nekat Deviana pergi meninggalkan tanah air untuk menuju Freiburg, Jerman. Di sana ia belajar memainkan piano klasik, dilanjutkan dengan belajar mengkomposisi musik di Musikhochschule Freiburg. Sampai dengan  beliau studinya dan meraih gelar doctor, menjadi staffpengajar dan mengukir karir sebagai composer, arranger, music director, dan pemain musik serba bisa dengan belajar alat musik lainnya.

Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, A.Mus.D  Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, A.Mus.D

Deviana juga digelari profesor untuk ansambel, piano, vokal, improvisasi, paduan suara dan pelatihan telinga di mana Digelari professor untuk  ansambel, piano, teknik vocal, improvisasi, paduan suara, dan pelatihan pendengaran /telinga d di Akademi Musik Basel – Jazz Departemen, Swiss, ia merancang kurikulum untuk pelajaran vokal modern dan improvisasi vokal, yang divalidasi oleh Swiss Association of Music Educators (SMPV). Selama 34 tahun karir musiknya, Deviana sudah pentas di berbagai belahan Negara-negara di dunia, dianataranya Thailand, Eropa, dan Amerika Serikat, serta menjuarai berbagai kompetisi internasional.

Gelar Profesor Musik

Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, A.Mus.DSumbangan Deviana untuk kemajuan seni musik di Indonesia pun tidak sedikit, bersama dengan pianis legendaris Nick Mamahit, keduanya mendirikan Yayasan Daya Bina Budaya dan Institut Musik Daya Indonesia, yang dapat disebut sebagai Akademi Musik Independen pertam dengan kurikulum standar internasional di Indonesia. Kegiatan social banyak diselenggarakan oleh Yayasan Daya Bina Budaya, salah satunya dan menjadi festival tahunan adalah Jazz Festival Indonesia Terbuka. Hal ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah Indonesia, dan tahun 2005, Ibu Deviana dianugerahi penghargaan bergengsi “ Citra Kartini” Indonesia dari  Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, yang mencakup kontribusunya yang sangat luar biasa pada bidang pendidikan seni musik tanah air.

Selang dua tahun, tepatnya di tahun 2007, Deviana menjadi anggota Konsorium Musik Departemen Pendidikan Republik Indonesia, yang bertugas untuk membakukan Seni Nasional Kurikulum dan pendir Asosiasi Pedagog & Praktisi Seni Nasional yang berkewajiban untuk menjaga kualitas dari pendidikan seni yang ada di Indonesia. Kembali ke beberapa tahun ke belekang, sejak berdirinya Institut Musik Daya Indonesia di tahun 2001, Deviana bersama dengan rekan-rekannya  telah berhasil meluluskan tujuh orang siswa dengan gelar bachelor dan master degree, sedari tahun 2006, 2007, dan 2009. Di antara mereka adalah komponis / arrangers / konduktor dan pemenang dari dua Citra Awards 2009 untuk Film terbaik Musik dan Aktris terbaik, Titi Handayani Sjuman dan Ali Akbar Sugiri yang akrab dikenal sebagai Ali ‘The Groove’.

Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, A.Mus.D

Saat ini, Deviana masih disibukkan dengan pekerjaannya sebagai professor untuk aransi dan orkestrasi, komposisi dan conducting, analisis simfoni, counterpoint, tonsatz, piano, vokal, dasar ilmu pengetahuan teater, musik sosiologi dan mental ideologi di Institut Musik Daya Indonesia

Deviana saat ini masih bekerja sebagai profesor untuk aransi & orkestrasi, komposisi dan conducting, analisis simfoni, counterpoint, tonsatz, piano, vokal, dasar ilmu pengetahuan teater, musik sosiologi dan mental ideologi di Institut Musik Daya Indonesia.

Dirangkum dari tulisan (dw/wartajazz.com)

Dilansir dari Sumber : dw/wartajazz.com

via LiputanIslam.com 

Foto : www.acehmediart.com, health.liputan6.com, www.weddingku.com, imdistudents.blogspot.com, areamagz.com,acehmusician.org, web.javajazzfestival.com

Video : http://www.vidinfo.org/video/71592454/tjut-nyak-deviana-feat-titi-sjuman-on-drums

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner