Berentitas Eksplorasi Bebunyian Abstrak

Berentitas Eksplorasi Bebunyian Abstrak

Berasal dari kota seni di Indonesia, Yogyakarta, eksplorasi pada eksperimen bebunyian menjadi landasan pacu pengusung jenis musik jalur bebas; Semendelic.

Ya memang secara tegas Semendelic, menolak mengusung satu jenis aliran musik, karna bagi mereka hal tersebut merupakan sikap pengkotakkan ruang-ruang musik itu sendiri.

Grup musik yang terdiri dari Jaka Prsetya pada vocal dan gitar, Sinung “Glanung” Garjito bas-perkusi, dan Hasanudin pada drum ini banyak sekali menyisipkan beragam jenis instrumen-instrumen tradisional, memadukan seni karawitan  dengan komposisi bluetone yang bernuansa, menghasilkan keunikkan yang hakiki.

Semendelic

Selain mengutamakan entitas budaya tradisional kesenian Jawa, Semendelic berhasil mengekpslorasi beragam bunyi-bunyi yang banyak ditemukan setiap harinya. Muali dari panggilan kepada tukang bakso yang lewat, suara binatang, hembusan angin, suara air sungai atau mata air, bunyi jangkrik malam hari dan seterusnya. Hal inilah yang pada akhirnya ruang terbuka menjadi pilihan utama Semendelic memproses musiknya. Ciri khas Semendelic, segalanya mengalir begitu saja, terkadang tahap mixing di-skip begitu saja, natural, sampai membiarkan nada fals tercetak jelas pada rekaman.Sebagai contoh pasti, dengarkanlah lirik yang tersusun dalam “bayang-bayang”, single terbaru dari Semedelic yang berkolaborasi dengan seniman Titarubi yang juga berasal dari Yogyakarta.

 Musik menjadi media ekspresi untuk mengkomunikasikan realitas

Terbentuknya Semendelic, menerawang sejenak ke tahun 2012. Pada medio inilah, buah tangan personil Semendelic ternagkum dalam aransemen dengan bubuhan bebunyian etnik, guna mendukung isi lirik karya karangan Titarubi. Waktu itu, masa yang dibutuhkan terbilang singkat, kurang dari dua pekan, terhitung sejak lirik diberikan oleh  Titarubi.

Berawal dari jalinan pertemanan, pembuatan ‘Bayang-bayang’ dimuali ketika Semendelic yang kerap mengadakan latihan ditemani Titarubi yang nyambil membuat karya seni. Dilansir dari pikiranrakyat, waktu dari perilisan ‘Bayang-bayang’ menurut Sinung, tidak terikat sama sekali dengan target kapan dirilisnya. Karna Semendelic sendiri masih memiliki agenda untuk promosi album bertajuk “Metamorf” yang rampung di tahun 2014. Selain itu, diskusi internal antar personil yang alot terjalin menjadi bahan pertimbangan sampai kapan waktu perilisannya. Rencananya, ‘Bayang-bayang’ masih akan disimpan terlebih dahulu, dan diproyeksikan untuk album selanjutnya yang masih dalam tahap proses, merampungkan materi lain.

Semendelic

Belum lagi, para personil yang masih berstatus sebagai mahasiswa Institut Seni Yogyakarta itu memiliki harapan besar, bahwa karya yang merak tawarkan, memiliki sensasi dan nuansa lain dari genre blues, yang di kemudian hari, dapat meraih perhatian insan penikmat musik arus samping Nusantara, berskala musik nasional tentunya.

 Sebagai Perwujuduan atas pengalaman ketubuhan. Melalui disposisi mental, pengalaman diri menjadi sumber daya ekspresi 

Video Channel : Semendelic Blues

Twitter ; https://twitter.com/semendelic

Facebook : https://www.facebook.com/semendelic

Tumblr : http://semende.tumblr.com/

Bandcamp : https://semendelic.bandcamp.com/releases

Semendelic

Salam Semende

Foto : Semendelic dokumen

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner