Reggae Hitam 'Patrolice'

Reggae Hitam 'Patrolice'

Rentang tahun 2008 sampai 2011 merupakan kurun waktu dimana keping kegalauan menyeruak menjadi mozaik-mozaik cerita, tatkala ego dalam mengembangkan musikalitas yang ingin dituangkan kedalam sebuah materi karya musik.

Kegelisahan realita kehidupan sehari-hari diekspresikan melalui sebuah medium bernama eksperimen tanpa batas, hingga akhirnya menemukan sebuah gagasan yang bersuar, bahwa musik reggae tak hanya harus berada dalam lingkup yang itu-itu saja.  Mereka adalah Patrolice, yang di awal kelahirannya diisi oleh Abung Subangga, Yabi”Adun Gelskii” Asikin, Prilly Jealdy, Hagi Akbar, dan Hari Nugraha.

Sempat bernama Waiting Tresno, tak lama setelah itu sepakat berubah menjadi Patrolice. Perubahan nama juga diiringi dengan eksplorasi musik tidak hanya reggae. Mulai dari unsur psychedelic, dub,  ambient, sampai dengan rock ‘purba’ disatupadukan secara padat.

Identitas mereka dalam bermusik, syarat akan unsur jamaican sound. Meski terdengar mereka membawakan musik reggae sebagai akar dari musik yang mereka mainkan, Mereka menegaskan bahwa reggae dapat dikenas dengan sesuatu yang berbeda. Alunan nada musik Jamaika mereka terdengar lebih muram, downtempo, sedikit lo-fi, noise, namun beat-beat dari musik reggae yang kental sebagai landasan awal tidak serta merta mereka hilangkan.

 Mendorong diri masing-masing secara personal, lahirlah sebuah karya ekletik mini album “Pressure In Skank” yang dirilis pada Desember 2012. EP “Pressure in Skank” ini dibuahi 5 track. Dibuka dengan ‘Sometimes’, lagu yang ditulis dalam keadaan posesif dan terlalu dramatis menilai perasaan. Dilanjut dengan track tentang bagaimana kalian bisa menyudahi segala bentuk keputus asaan dalam hidup, yang diberi judul ‘Apalagi’, Di tengah-tengah ‘Centric Nsation’ lagu ketus bernada sarkasme cerdas berpondasikan ideologi yang terinspirasi dari pidato terakhir Ir.Soekarno. Hampir menuju akhir, kalian semua diajak menyambangi hukum kausalitas antara pria dan wanita dalam menjalani segala huru-hara asmara dalam track ‘You just don’t understand (unhappy girl)’. Tidak dipungkiri semua personil turut andil mencurahkan ide-ide brilian dari setiap empat track diatas. Kita dibawa mengawang, setengah tersadar. Terbaring layu diatas pasir putih kepulauan Karibia-bertabur bintang galaksi berdimensi Krautrock yang spacey.

Oya hampir kami lupa, mini album super druggy dari Patrolice ini ditutup dengan track ‘Redam’, sebuah puisi alam bawah sadar yang dibungkus dengan musik bernuansa penuh ketegangan sebagai penutup mata anda untuk berlari bersama Alice In Wonderland.

Patrolice sendiri datang dari inspirasi mereka yang memimpikan sebuah tempat yang jauh dari hiruk – pikuk tentang dunia yang mulai menampakan sisi kebosanan, dengan tingkah pola manusia yang mulai menjadi hamba-habma konsumerisme, yang membuat pola hidup terasa monoton.

Contact Persons:

Andika Suryapratama (Patrolice Band Management)

Phone 089608406681 | E-mail

Reverbnation | Purevolume | last.fm

Facebook | Twitter

Photo by : Patrolice Docs

(Septian Nugraha & FL)

Room Session X Barber Haze : Patrolice - Won't Show Up
Video By : Abung Subangga

 

 

View Comments (1)

Comments (1)

  • Cocks
    Cocks
    7 Nov 2014
    Reggae Poeeeek...Ajiiib
You must be logged in to comment.
Load More

spinner