Reportase : Gabungan Dua Kelompok Experimenal Rock Asal Kota Kembang, ‘Rubah Suara’

Reportase : Gabungan Dua Kelompok Experimenal Rock Asal Kota Kembang, ‘Rubah Suara’

Untuk perihal mengenai awal mula dikenal, Al (bass/vokal) salah satu personil The Fox And Thieve angkat bicara mewakili band-nya. Dalam ujarannya ia mengatakan di awal pengenalan grup musiknya, The Fox And The Thieve kerap tampil di acara-acara kolektif milik ITenas, dan lambat laun mulai tampil di panggung yang berskala mulai besar serta berdampak baik pada pergerakan musik mereka untuk dikenal lebih luas lagi. Sedangkan untuk perihal kendala dalam proses berkarya, Tiar Renas (gitar) dan Nancy Christ (vokal) angkat bicara mewakili bandnya, Superfine. Dalam ujarannya kurang lebih Tiar mengatakan bahwa bandnya mengalami kendala berkarya dari segi jauhnya domisili masing-masing personil. Begitu pun dengan Nancy mengatakan bahwa semenjak mulai pertengahan 2016, ia telah berpindah dan menetap di mancanegara yang semakin menyulitkan bagi Superfine untuk membuat karya musik apalagi tampil di beberapa panggung. Selama sesi ini berlangsung, cukup banyak pembelajaran yang bisa diambil. Pertama bisa mengetahui perkembangan musik dan apa saja yang telah dilakukan oleh musisi asal Bandung di tahun 90’an silam, serta sistemasi dalam sebuah band menjadi pelajaran penting bagi para pelaku serta penikmat musiknya. Khususnya sistemasi, adalah salah satu upaya terwujudnya kolaborasi bernama ‘Rubah Suara’ ini. Dimana baik The Fox And The Thieve ataupun Superfine, memanfaatkan kolaborasi ini sebagai bentuk pengenalan mereka terhadap kahalayak luas dan dikemas dalam bentuk kolaborasi. Tiar juga mengatakan bahawa ‘Rubah Suara’ waktu itu adalah bentuk pra dari acara besarnya nanti, yang direncanakan pada April 2018 mendatang. Dan tak terasa, sesi sharing pun berakhir, para pengunjung yang sedari awal telah memenuhi pekarangan depan Bhang Records dan Rebuilt Studio 40124 itu telah tak sabar melihat penampilan langsung dari The Fox And The Thieve dan Superfine.

 

Sesi penampilan pertama dibuka oleh The Fox And The Thieve. Satu persatu secara bergiliran, penonton yang tadinya menjadi menyimak sesi sharing, mulai masuk dan membuka alas kakinya ke ruang studio Rebuilt 40124. Berkisar 2-4 lagu dimainkan dari mini album yang baru saja dirilis dalam format kaset bertajuk In-Diversity, dimainkan oleh The Fox And The Thieve. Melihat dari bilik kaca luar studio, beberapa penonton yang telah masuk kedalam studio, kian menikmati suguhan rock dari grup yang terbentuk di kampus ITenas itu. Dan secara penampilannya pun cukup menarik bagi penikmat rock. The Fox And The Thieve banyak menaruh riff-riff berbahaya di beberapa bagian lagunya, yang disatupadankan dengan bebunyian antariksa dari permainan alat musik Synthesizer. Akan tetapi, karena ini adalah tajuk eksklusif bagi mereka, The Fox And The Thieve membawakan satu lagu pertama mereka yang tak dimasukan dalam EP, berjudul “Manipulator March”. Pada lagu ini, partitur musik yang dimainkan oleh mereka masih berada pada jalur musik rock, akan tetapi nuansanya berbeda. Terasa lebih padat akan distorsi, ketukan drum kian cepat dimainkan, dan tentunya synthesizer kian menggila selama lagu ini dimainkan. Dan setelah penampilan The Fox And The Thieve berakhir, giliran Superfine yang tampil.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner