Reportase : Gelora Perdana Jasad Dalam Bhinneka Tunggal Ika di Kota Lampung
Tak lama setelahnya, acara pun dimulai pada panggung micro yang terletak di dehadapan panggung besar Jasad oleh grup bernama Eror System. Diiringi oleh intro musik terlebih dahulu, percikan musik dari Eror System langsung membakar acara BTI dengan aliran musik death metalnya. Serta tak lepas dari itu juga, aksi panggung yang berjingkrak kesana dan kemari terus dilakukan oleh sang vokalisnya, membuat betah bagi para pengunjung yang datang menyaksikan penampilan mereka.

Setelahnya, acara kembali dimainkan oleh grup musik selanjutnya, Mas Karyo dengan irama reggae/ska. Dibandingkan dari band sebelumnya, Mas Karyo membawa segerombolan orang untuk naik ke atas panggung, yang lain dan tak bukan mereka adalah para personil utama dari band ini. Dengan adanya band ini juga, rangkaian acara BTI kemarin itu terlihat lebih berwarna terutama dari variasi musiknya yang tidak terkesan monoton. Disatu sisi, kala penampilan Mas Karyo berlangsung, Jasad kembali melakukan kunjungan dalam kegiatan bernama Social Investment dengan mengunjungi salah satu studio musik di Kota Lampung, bernama studio Bipi.


Acara terus berlanjut, dan band yang tampil pun kian berganti. Usai berdendang ria bersama Mas Karyo, acara BTI kembali dipanaskan oleh grup beraliran cadas. Tepatnya sebuah band beraliran death metal/slamming bernama Soul of Slamming. Tak hanya mengandalkan dari segi musikalitas saja, band metal satu ini juga memiliki satu keunikan dibandingkan kelompok cadas pada umumnya yaitu daru segi penggebuk drum. Yang mana Soul of Slamming mempunyai seorang penggebuk seorang wanita berkerudung. Memang wanita yang menjadi drummer untuk band ini, dan keahliannya pun patut diacungi jempol. Terutama dari ketukan blastingnya yang sangat rapi dan padat mampu menarik perhatian seluruh orang yang ada waktu itu.


Setelahnya, BTI semakin memperlihatkan energi yang meletup-letup layaknya lahar gunung merapi dari penampilan band Shout! Out. Tepatnya saat band beraliran death metal bernama Muppeth unjuk gigi. Dengan berbalut riff berdistorsi bising, Muppeth berikan suguhan yang cukup berkesan bagi para audiens kala itu. Begitu pun dengan audiens, yang memberikan apresiasi lebih terhadap penampilan mereka dengan melakukan moshing di area pit.


Comments (0)