Reportase : Gelora Perdana Jasad Dalam Bhinneka Tunggal Ika di Kota Lampung

Reportase : Gelora Perdana Jasad Dalam Bhinneka Tunggal Ika di Kota Lampung

Sampai akhirnya, suasan kembali cooling down oleh penampilan dari soloist pop wanita bernama Holaspica. Penampilannya yang berlangsung sore hari sembari disinari hangatnya cahaya matahari menjadi kiasan selama penampilannya berlangsung. Namun, tak cuma bermodalkan itu saja, Holaspica membawa satu teman kala penampilannya di atas panggung. Yaitu beberapa ekor ikan yang dimasukan dalam akuarium kecil, dan diletakkan disebalahnya yang menemani sedari awal hingga akhir penampilannya. Selain itu di salah satu lagunya, wanita yang bernama asli Virdyas Eka Diputri ini mengajak teman lelakinya, Galih untuk berkolaborasi di atas panggung. Kolaborasi mereka sendiri cukup unik, Hola memainkan musik sedangkan Galih membacakan puisi. Dan penampilan mereka itu pun menjadi pengalaman yang sangat terkenang.

Sesi breakdown telah tiba dan seluruh kegiatan bermusik di atas panggung digantikan dengan sesi sharing bersama Jasad yang dimoderatori oleh Addy Gembel (Forgotten). Pada acara sharing session ini sendiri Jasad lebih banyak menceritakan tentang tajuk “Liman Soka” yang kini menjadi keresahan tanpa disadari.

Malam mulai tiba, dan acara pun semakin meriah, terlebih saat penampilan Paint In Black berlangsung. Band yang membawakan aliran bernuansa rock berkekuatan penuh ini tampil cukup memukau di panggung Shout! Out. serta antusiasme para pengunjung pun seakan tak kunjung usai yang diperlihatkan tepat didepan panggung Paint In Black tampil. Mulai dari stagedive, moshing dan lain sebagainya dihadirkan oleh mereka walau disatu sisi kala itu hujan pun melanda cukup deras.

Dan akhirnya tibalah penampilan di panggung utama oleh Jasad yang ditandai oleh turunnya tirai hitam selaras dengan musiknya yang menggema ke berbagai arah. Curah hujan yang sedikit demi sedikit mulai reda, dan sesekali kembali turun tak menjadi hambatan bagi Pasukan Karuhun (fans Jasad) untuk menyaksikan penampilan sang idola. Kurang lebih sektiar 10 lagu dibawakan oleh Jasad waktu itu, namun ada yang beda dari penampilannya di bandingkan beberapa acara kemarin. Kalau di beberapa helatan BTI Jasad kerap menggunakan wayang, untuk di Lampung mereka sama sekali tidak memperlihatkan kolaborasi itu kala di atas panggung. Hanya saja wayang tetap menjadi hiasan di bagian belakang sang vokalis, Man Jasad saat di atas panggung. Kemeriahan berbalut energy yang kuat sangat terasa selama penampilan Jasad, terlebih kala memperlihatkan sebuah garapan visual dari Jasad dengan karya single-nya berjudul “Liman Soka”. Dan akhirnya acara pun berakhir dengan penuh kemeriahan dan ditutup oleh lagu “Karmila” yang digubah dalam tempo serta riff yang bernadakan aliran death metal dari Jasad. Setelah Lampung, Jasad masih mempunyai dua panggung BTI yang harus digemburkan lagi, seperti apa ? nantikan saja. 

 

 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner