Reportase : Hantaman Simfoni dan Akselerasi Musikal Burgerkill Lewat Killchestra

Reportase : Hantaman Simfoni dan Akselerasi Musikal Burgerkill Lewat Killchestra

Puas dengan sajian dari band-band yang tampil di panggung Hellstage, pengunjung juga bisa berkeliling di area indoor, yang menyuguhkan berbagai booth menarik, dari mulai Metal Market, yang menjual aneka macam pernik menarik seputaran musik “cadas”, seperti kaos, patch, dan rilisan fisik dari mulai kaset, CD, sampai Vinyl. Juga tentunya merchandise dari Burgerkill itu sendiri, yang dikhususkan untuk gelaran ini. Dan jika bicara tentang Burgerkill, maka kita akan bicara tentang sejarah panjang band ini, yang terbentuk sejak tahun 1995 lalu. Perjalanan hampir seperempat abad tersebut, ditangkap melalui pameran artwork tentang Burgerkill, dimana setiap artwork yang dipamerkan mewakili setiap era Burgerkill. Sebuah catatan sejarah melalui desain visual berupa artwork. Lalu tepat di sebelah pameran artwork tersebut, terdapat pula area untuk memajang aneka macam piala penghargaan Burgerkill selama berkarir. Kiprah mereka sebagai sebuah band “underground”, dari era gor Saparua, sampai akhirnya Burgerkill bisa mencatatkan namanya di beberapa penghargaan musik bergengsi di tanah air, dari mulai Anugerah Musik Indonesia, sampai Indonesian Cutting Edge Music Award.

Kembali ke area outdoor, pengunjung ditantang oleh sebuah game yang memerlukan kekuatan fisik lumayan besar, melalui “Hammer Games”. Menariknya lagi, game ini ditunggangi oleh Aries Rafly dari band Kaluman, yang bertindak sebagai seorang algojo. Sosok tinggi besar Aries seakan “mengintimidasi” orang yang akan mencoba permainan tersebut. Namun jangan khawatir, karena untuk menambah tenaga agar bisa mengalahkan sang algojo, pengunjung bisa mengisi amunisi di area food court, yang terletak tidak jauh dari area Hammer Games. Bicara tentang makanan sebagai amunisi para pengunjung yang datang, Burgerkill juga datang dengan “produk” terbarunya, bernama Kill Burger, hasil kolaborasi dengan Pit Boys. Kudapan unik dan mengenyangkan ini seakan mengembalikan nama Burgerkill, yang tadinya diambil dari merk sebuah Burger, dan diplesetkan menjadi Burgerkill, lalu pada akhirnya kembali menjadi merk burger, dengan parodi nama Burgerkill itu sendiri. Sebuah siklus menarik, yang seakan menyiratkan jika nama band ini berasal dari nama burger, lalu dikembalikan jadi nama burger lagi.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner