Reportase : Hantaman Simfoni dan Akselerasi Musikal Burgerkill Lewat Killchestra
Lewat dominasi tata cahaya lampu berwarna biru, Fadly “Padi” berbagi peran bersama Vicky Mono melantunkan lagu dengan isian “membunuh” tersebut. Kesyahduan suara Fadly ditimpali oleh teriakan Vicky, yang meneruskan estafet alm Ivan Scumbag, sebagai orang yang bertanggung jawab sampai akhirnya lagu itu punya aura yang kuat, dan setiap notasi pada lagu itu seakan tidak bisa terlepas dari sosok Ivan, hingga “ruh” nya seperti melekat dan menjadi tidak terpisahkan. Maka ketika Alvin Witarsa menambahkan aransemen orkestra pada komposisi musiknya, auranya makin kuat, dan bohong rasanya jika tidak merinding mendengarkan lagu tersebut. Ada balutan emosi dan kedalaman makna pada lagu tersebut, yang ketika diterjemahkan dengan balutan orkestra, lagu itu mampu bicara banyak, diantara teriakan amarah dan tangisan pada lirik dan musiknya.

Selama air mata itu tidak turun untuk sesuatu yang salah, maka biarkan saja itu mengalir, sebagai bentuk penegasan jika kita manusia yang punya naluri dan hati. Atau anggap itu sebagai bentuk penghormatan kepada Burgerkill, karena lewat lagunya, kita diperdengarkan dengan satu bentuk labirin diantara amarah dan kekecewaan, sampai akhirnya itu menjadi siklus, sirkus, hingga senang, sedih, dan marah, menjadi tiga titik hitam masing-masing orang yang bernyawa.

Selesai dibuat takjub dengan sajian lagu “Tiga Titik Hitam”, dan “An Elegy”, dimana keduanya punya aura yang sama dan syahdu ketika dibawakan dengan format orkestra, Burgerkill kembali liar dan membakar dengan dua lagu terbarunya dari album Adamantine, “Integral” dan “Undefetaed”, serta sebuah lagu cover dari Iwan Fals berjudul “Air Mata Api”. Sampai akhirnya Burgerkill menutup gelaran “Killchestra” dengan sebuah lagu yang tidak pernah gagal membuat “rusuh” di area moshpit, berjudul “Atur Aku”. Lagu ini menjadi semakin kuat, dari sejak dibawakan oleh Puppen, sampai Burgerkill membawa lagu ini ke tingkatan yang lebih jauh, dengan tempo dan komposisi musik yang lebih kompleks dan bertensi tinggi.
All hail Burgerkill!!

Comments (0)