Reportase : Kejayaan Emo Kembali Yang Diungkit Kembali Oleh Performa Sunrise
Beririsan dengan ragam corak warna musik saat ini, Sunrise tetap mengkukuhkan Emo sebagai modal mereka dalam berkarya
Sedari dulu, sampai era sekarang, musik Emo masih terus dimainkan oleh berbagai musisi. Baik diregernerasikan oleh penggiat musik muda dengan kelompoknya, atau musisi terdahulu pun terus menyemarakan ikonik musik bercirikhaskan tentang penyesalan dan kesedihan mendarah daging itu. Ada satu masa kejayaan untuk aliran musik ini, tepatnya di medio 2005-an, Emo cuku populer pada masa tersebut hingga sekarang pun fenomena itu mulai dibangkitkan kembali oleh Sunrise.
Salah satu grup musik dari Jakarta ini, kemarin baru saja melepaskan album pertamanya yang bertjauk yang disertai sebuah kampanye bertanda pagar #MakeEmoGreatAgain. Demi mewujudkan lewat kampanye tersebut, Sunrise menyuguhkan warna musik yang mengigatkan pendengar dengan beberapa karya musik Saosin, The Used, atau Deftones. Begitu pun dengan presentasi mereka secara langsung, yang kebetulan kemarin itu Sunrise tampil di acara DCDC Substereo serta mengudara di kanal radio OZ 103.1 Fm Bandung.
Selama penampilan mereka berlangsung, 5 lagu dari album pertamanya, dibawakan oleh band ini dengan entitas Emo yang cukup kentara. Diantaranya berjudul “Sad Song”, “A Story To Tell (Unbreakable), “The Extra Miles Pt.2”, “Break Break”, dan Vergeten (hidden track). Yang kesemuanya dimainkan secara berurutan, mengikuti rangkain acara DCDC Substereo yang terhelat pada tanggal 17 Januari 2018 kemarin.
Comments (0)