Reportase : Kelompok Penggiat Musik Kota Garut Mulai Unjuk Gigi Untuk Kali Kedua

Reportase : Kelompok Penggiat Musik Kota Garut Mulai Unjuk Gigi Untuk Kali Kedua

Tepatnya 7 aksi penampilan dari grup musik lintas genre asal Garut, berbagi semangat dalam satu panggung.

Usai digelar beberapa waktu lalu acara DCDC Shout Out! Day, Garut kembali menjadi saksi atas tajuk yang turut mewadahi perkembangan musiknya itu. pada perhelatan sebelumnya, beberapa aksi dari local heroes menampilkan performa maksimalnya dihadapan para audiens. Begitu juga dengan yang terjadi di tanggal 23 Desember 2017 kemarin, tepatnya berlokasi di Drop In Park, Jl. Cimanuk no.25, Garut.

Melihat para antusiasme yang mulai ramai, salah seorang personil Forgotten, Zoteng melakukan coaching clinic seputar soundcheck untuk pengetahuan. Ini yang jarang ditemukan pada acara musik lainnya. Selain menjadi wadah untuk para grup musik muda, acara ini pun bisa menjadi alternatif untuk pengetahuan seputar perihal yang ada pada dunia musik : salah satunya soundcheck. Bukan cuma para penggiat musik, penikmat musik di Garut pun bisa mendapatkannya secara cuma-cuma kala itu.

 

Setelahnya, ada 7 aksi penampilan dari grup lokal Garut pada helatan itu. Dengan dibuka oleh Scared Of Sunday dengan memainkan irama pop punk/skatepunk, menjadi penanda bahwa acara DCDC Shout Out! Day Garut telah dimulai. Berkisar antara dua lagu, berhasil dibawakan oleh grup asal daerah Limbangan itu. Setelahnya, acara dilanjutkan oleh penampilan grup kedua yaitu Almuztahid. Berbeda dengan penampilan grup pertama, penampilan band yang satu itu perlahan-lahan menjadi magnet bagi para pengunjung yang mulai datang untuk berpesta dan moshing bersama di area pit.

Tanpa terasa acara terus berlanjut kala itu yang kini telah menginjak penampilan grup ketiga, bernama Fedorast. Ketika grup yang dimotori oleh beberapa lelaki dan dua wanita ini naik keatas panggung, atmosfir yang tadinya merusuh seketika berubah berjoget dan tertawa ria bersama dalam aluan musik SKA/Rock Steady yang dimainkan oleh Fedorast. Namun itu tak lama, sampai digantikan oleh Kasurupun sebagai band kelima, atmosfir kembali merusuh. Tapi walau demikian, acara tetap kondusif seperti yang diharapkan baik panitia maupun warga sekitar. Setelah Kasurupan tampil, acara harus mengambil sesi break Magrib untuk beberapa saat. Tak lama sesi break pun selesai, acara kembali dibuka oleh penampilan Patanjala dengan chord berbahayanya memainkan warna musik metal. Setelahnya, acara pun mengambil sesi break Isya untuk beberapa saat dan tanpa terasa hari pun mulai gelap.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner