Reportase : Ketika Para Dewa Gitar Bercengkrama Dengan Nada dan Gelak Tawa
Pembahasan berikutnya adalah tentang proses kreatif Balum, dimana untuk pengerjaan lagunya dia mengerjakan segalanya sendiri, dari mulai recording, mixing mastering, sampai untuk urusan menulis press release pun dia lakukan sendiri. Untuk hal tersebut Mochamad Andika, atau Dika (manajer dari beberapa band, salah satunya Rocket Rockers) ikut memberikan pendapatnya tentang press release. Menurutnya sebuah press release baiknya harus berdasar pada gambaran besar sebuah lagu. Satu hal yang kemudian ditimpali pula oleh Aska (Rocket Rockers), yang menekankan jika penulisan press release harus bisa membuat rasa penasaran si pembaca atau ‘calon’ penikmat karya itu. Bisa lewat gimmick tertentu, atau bisa dengan angle menarik dalam mengarahkan tulisan.
Sedikit intermezo dari Andre, yang ‘memanasi’ tentang absennya para personil Alone At Last yang tidak datang malam itu. Menurut Andre teman-teman Balum di band Alone At Last tidak mendukung dengan karir solo Balum. Hal ini tentu memancing tawa penonton malam itu, dan makin bertambah pecah ketika Andre juga melempar gosip di depan orang tua Balum, yang secara khusus didatangkan untuk gelaran bertajuk “Be A Guitar Hero With Balum” tersebut. Selain itu, dibahas juga cerita tentang Balum yang terpilih menjadi nominator di Anugerah Musik Indonesia atau AMI, yang lagi-lagi dikritisi Andre dengan pertanyaan kenapa Balum tidak memenangkan penghargaan itu.
Comments (1)