Reportase : Lewat Liman Soka, Jasad Menyajikan Akselarasi Maksimal Di Kota Musikal

Reportase : Lewat Liman Soka, Jasad Menyajikan Akselarasi Maksimal Di Kota Musikal

Lalu setelahnya, ada band bernama Lain Blues, yang secara musikalitas menghadirkan warna musik yang hampir serupa dengan band sebelumnya. Bedanya, Lain Blues hadir dengan tingkat agresifitas melodi yang cukup dominan, jika harus dibandingkan dengan band The Woman. Namun keduanya sama-sama sejalan dengan spirit Rock N Roll yang lebih kurang sama. Dua band ini mampu mempresentasikan musik “usang” ini dalam format kekinian, yang dirangkum dalam tiga puluh menit penampilan mereka diatas panggung, sampai akhirnya acara rehat sejenak untuk break shalat Ashar.

Lain Blues

Selepas break sholat Ashar, Seed didaulat menjadi band yang tampil berikutnya di Shout Out Stage. Band ini hadir dengan luapan emosionil, kala itu dihubungkan dengan karakter vokalis mereka, di dua lagu hasil ciptaan mereka, dengan timbre suara yang penuh power, dengan iringan bunyi distorsi dalam kadar kebisingan yang “takarannya” pas didengarkan.

Selesai Seed tampil di Shout Out Stage tersebut, acara dilanjutkan dengan sharing session bersama Band The Woman dan Lain Blues, dipandu oleh Ayushi. Selain berbicara tentang musikalitas yang mereka sajikan dalam bandnya masing-masing, sesi bincang santai ini juga menyoroti potensi band-band lokal Cianjur untuk bisa muncul ke permukaan, yang salah satu caranya lewat wadah DCDC Shout Out ini.   

Lalu ada band Raja Langit, setelah sharing session bersama band The Woman dan Lain Blues tadi. Raja Langit tampil membawakan lagu-lagu bernuansa hip rock, yang juga turut mewakili era musik terdahulunya. Menariknya, jika dilihat lebih detail lagi, beberapa band yang tampil di panggung Shout Out ini, dengan runut menghadirkan fase bermusik, dari tiap-tiap era keemasan masing-masing aliran musik tersebut. Ada Lain Blues dan The Woman yang mewakili era musik 60/70an, lanjut dengan spirit musik alternatif 90an dari Seed, sampai akhirnya Raja Langit hadir dari barisan era hip rock/metal berjaya pada milenium pertama, sekitar tahun 2000an awal. Namun tentunya kesemuanya itu dibalut dengan kreatifitas dan kekhasan masing-masing, sehingga “rasa lokal” band-band Cianjur ini masih cukup terasa. Potensial dan “nampol” lah bisa dibilang.

Raja Langit

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner