Reportase : Lewat Liman Soka, Jasad Menyajikan Akselarasi Maksimal Di Kota Musikal

Reportase : Lewat Liman Soka, Jasad Menyajikan Akselarasi Maksimal Di Kota Musikal

Deretan lagu-lagu bertensi tinggi dari Jasad bersinergi dengan band-band muda potensial dari kota Cianjur, dalam gelaran Bhinneka Tunggal Ika : Liman Soka

Jumat, (12/1) 2018, ada pemandangan lain di Yonif Raider 300/Brajawijaya, Jalan Aria Wiratunudatar, Cianjur. Tidak seperti hari-hari biasanya, tempat itu ramai dipenuhi banyak orang yang punya ketertarikan lebih dengan musik. Tujuannya sama, mereka datang untuk larut dan berkumpul menikmati musik, pada sebuah gelaran bertajuk “Bhinneka Tunggal Ika : Liman Soka”. Acara yang diinisiasi oleh DCDC ini, menghadirkan band Jasad sebagai sentral poin pada gelaran tersebut. Namun Jasad tidak hadir sendirian, karena gelaran tersebut juga menghadirkan tujuh band potensial dari Cianjur, yang merupakan hasil kurasi dari wadah ‘DCDC ShoutOut!’. Dan Cianjur terpilih menjadi kota pertama dalam rangkaian tur “Bhinneka Tunggal Ika : Liman Soka” ini.

Disekitar area Yonif Raider 300/Brajawijaya terdapat dua panggung, yang terdiri dari panggung utama untuk band Jasad, dan satu panggung untuk band-band Shout Out. Sementara di sudut lainnya terdapat area House Of Jasad, juga ornamen Historical Totem, yang sedikit mengulas sejarah band Jasad dari tahun 1990 sampai 2016, dimana dalam rentang waktu sepanjang itu, Jasad telah mengalami beberapa kali bongkar pasang personil. Hal itu menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung yang datang, untuk mengabadikan momen dirinya berfoto disana. Ragam ornamen menarik disekelilingnya turut menegaskan jika gelaran ini lahir atas semangat kreatif yang besar, dalam upayanya untuk membuat ranah musik independen ini lebih bergairah. Selain itu area booth permainan, dan booth merchandise  juga punya daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.

Acara dimulai sekitar pukul dua siang, dengan dibuka oleh penampilan dari band The Woman. Band yang mengusung aliran musik blues ini, tampil dengan rentetan permainan gitar ciamik, dan patahan ritmis yang tidak hanya selaras pada komposisi musiknya, namun juga punya fondasi yang kokoh, dari lagu demi lagu yang mereka sajikan. Secara penampilan juga band ini bisa dibilang “niat”, dengan outfit vintage nya, terlebih untuk sang gitaris/vokalis yang bisa tampil selaras, sehingga membangun karakter yang jelas dari musik yang mereka mainkan.

The Woman

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner