Reportase : Menuju Fantasy Ruang Singgasana Biduan Jelita Ibukota
Sampai lagu ini selesai dibawakan, Danilla menjelaskan sedikit mengenai makna lagu tersebut, yang mana cerita didalamnya merupakan hal-hal yang telah dialami olehnya dimasa silam. Setelah itu, Danilla kembali berujar mengenai lagu selanjutnya yang dibawakannya, bahwa dia mempunyai ketakutan tentan masa tuanya nanti. Karena dia adalah seorang wanita perokok dan peminum, yang secara harfiah hal itu merupakan pola hidup yang tidak sehat, dan ini pun menjadi based pada lagu “Ikatan Waktu Lampau”, dan lagi-lagi cahaya lampu menyinari, namun kali ini tidak melulu muncul dari belakang panggung, melainkan dari pojok kiri dan kanan yang mulai ditembakan ke berbagai arah. Warnanya pun kian beragam, seakan seperti ini mungkin gambaran imajinasi album kedua Danilla itu.
Setelah saya mengetahui sedikit gambaran mengenai imajinasinya secara langsung. Lantas, Danilla kembali berujar sebagai pemancing untuk lagu ketiganya yang berjudul “Usang”. Khususnya di lagu itu, Danilla mengatakan bahwa ini merupakan lagu kematian, dan kepercayaan akan hal yang berbau spiritualisme. Lagu ini adalah bentuk pesimisme Danilla jika jiwanya diambil oleh sang dewa kematian, dan menyalahkan sang pencipta karena telah menciptakan duniawi, hingga dia terjerumus didalamnya. Si biduan itu pun langsung mengambil Warhol (nama gitar Danilla), dan memetikan beberapa nada sembari dipancari oleh dua sinar lampu berwarna putih dari belakangnya, dan menimbulkan cahaya siluet.

Comments (0)