Reportase : Menuju Fantasy Ruang Singgasana Biduan Jelita Ibukota
Setelah dua pintu tertutupnya dibuka, seketika pancaran cahaya terang datang di balik seorang biduan cantik itu.
Malam itu. Setengah lelah, dan setengah bahagia selepas melewati perjalanan panjang, kaki terus melangkah melewati berbagai ornamen urbanisme di gemerlap malam kota Metropolitan, sampai pada akhirnya sampai di sebuah gedung tinggi. Dibalik sebuah gedung yang menjulang tinggi dipinggir hamparan kemacetan jalan raya itu, beberapa orang terlihat hilir-mudik di bibir pintu berbilik kaca, tak sedikit dari mereka menjepitkan kedua jemarinya oleh sebatang rokok yang terus berasap.
Masuk kedalam ruang gedung tinggi itu, sang penjaga langsung mempersilakan untuk segera naik ke lantai atas. Sesampainya disana, pintu dalam ruangan itu terbuka dan dihadapkan dengan berbagai orang yang sama sekali tidak dikenal. Beberapa dari mereka bercengkrama ini dan itu, baik dibawah tangga yang melingkar, atau satu pintu yang memiliki kaki serta anak tangganya di kiri dan kanan. Dengan hati, pikiran dan tenaga yang telah banyak terkuras bertanya ada apa di balik pintu itu, lalu tak lama dua pintu itu pun membuka mulutnya selebar mungkin, dan menarik hampir seluruh pihak yang ada disana. Siapa sangka, ketika ditarik ke dalam sana pancaran cahaya muncul di balik seorang wanita. Ternyata ia adalah Danilla yang dikenal sebagai biduan anyar nan jelita asal Ibukota Jakarta.
Begitulah kira-kira gambaran yang saya rasakan setelah sampai dilokasi acara ‘Menyimak Lintasan Waktu’, pada hari Rabu (21/11) di Auditorium Shoemaker Gedung CCM, Cikini Raya No.95 Jakarta Pusat. Dan setelah masuk di ruangan yang dipenuhi dengan berbagai kursi berhawa dingin itu, lantas saya memilih tempat duduk agar bisa menyaksikan penampilan Danilla dengan cukup santai. Saya berangkat dari Kota Kembang sendiri, namun disitu saya bertemu dengan beberapa rekan, salah satunya Madava (bassis Bangkutaman), yang menjadi perwakilan dari medianya untuk meliput acara "Menyimak Lintasan Waktu" ini. Madava tepat duduk disebelah saya, dan kami pun sering bercengkrama sebelum acara dimulai, terutama mengenai proyek musiknya Bangkutaman, yang minggu lalu tampil di Spasial, Gudang Selatan Bandung. Seiring perbincangan kami berlangsung,

Comments (0)