Reportase : Pesta Pora Rilis Album Insanity Yang Sangat Intim
Tak lama kemudian, Addy Gembel langsung memanggil si empunya hajatan untuk tampil. Insanity beranggotakan Riky (vokal) dan Aguy (gitar) pun memasuki area panggung, beserta Ramdhan (bass/Burgerkill) dan Gebeg (drum/Taring) yang membantu mereka. Formasi ini bisa dikatakan kolaborasi antara tiga grup musik, dan dengan formasi ini pula beberapa lagu dari Insanity pun bisa dimainkan dan perlahan membuat atmosfir acara mulai memanas. Sampai di puncaknya, circle pit mulai dibentuk dan segelintir pengunjung berjingkrak layaknya di tengah kehancuran tiba. Seperti yang dikatakan bahwa Insanity adalah sebuah band Grindcore. Sesuai dengan pelabelan dari segi aliran musik itu pula, musik Insanity kian bergemuruh tapi tidak bosan untuk didengarkan. Karena setiap perpindahan lagu, Insanity punya unsur musik tersendiri mulai dari Beat Down ala Hardcore, Thrash Metal, Metalcore, Powerviolance dan lain sebagainya. Selama penampilannya berlangsung, Insanity memainkan lebih dari 5 lagu yang kesemuanya diambil dari album Broken World. Dan dilagu terakhir, Riky mengajak Viky Mono (Burgerkill) untuk berkolaborasi yang malam itu juga menjadi momen tak terlupakan dari mereka. Setelah berpesta pora dengan Insanity, hawa hangat belum padam, dan area panggun langsung digantikan oleh empat personil yang menggunakan topeng. Mereka adalah Mesin Tempur.
Disetiap penampilannya, band ini sangat konsisten dan tak pernah gagal. Konsistensi Mesin Tempur dengan ciri khasnya saling menghujat antar sesama personil, melempar makanan ke penonton – celana dalam wanita, serta tawa akan tingkah laku mereka dari penonton selalu menjadi citra tersendiri dari band ini. Begitu pun dengan acara saat mereka meramaikan pesta rilis dari Insanity. Selama penampilan Mesin Tempur berlangsung, penonton semakin lama semakin bertambah jumlahnya dan musik yang dimainkan pun terus ngaco, cadas, dan mengocok perut penonton tanpa berkesudahan. Terlebih beberapa lagu andalannya dibawakan, seperti “Becak Tiguling”, “Mari Membaca”, “Supir Angkot”. Dan yang paling keren adalah kolaborasi mereka dengan Sarkasz (eks Homicide) di lagu “Apa Itu Hip Hop”.




Sedikit kembali beberapa waktu lalu tepatnya pada 2012, Insanity melalukan reuni. Setelah berunding antar para personil untuk proyek musik yang tertunda ini, akhirnya band ini kembali bergerak walau terpisah antara jarak dan waktu. Proses penggodogan materi album Broken World pun dimulai, dan banyak dibantu oleh beberapa rekan bermusik seperti Toteng (Forgotten), Marcell (eks Puppen/Konspirasi) dan lainnya. Yang selain dicetak dalam format CD, juga akan dicetak dalam format fisik lain secara terbatas berupa kaset pita dan piringan hitam. Dan bagi para pendengar musik semacam Full Of Hell, Wormrot, Terorizer, atau Sepultura era awal. Album Broken Word milik Insanity ini punya semua jawabannya.
Comments (0)