Reportase: Release Party dan Hearing Session

Reportase: Release Party dan Hearing Session "Kawan Bukan Lawan"

Setelah "Tirani Mati", Nectura melepaskan materi terbaru yang akan mengisi album kedua mereka.

Tepat pada tanggal 18 Januari 2018, unit metal asal Bandung yang dinamai Nectura secara resmi merilis single terbaru bertitel “Kawan Bukan Lawan”. Single ini merupakan lanjutan dari “Tirani Mati” yang akan mengisi materi album kedua mereka. Sebagai seremoni atas perilisan single ini, Nectura menggelar release party, tepat di tanggal single tersebut dirilis secara resmi. Berlokasi di Banyu Leisure, Jalan Ciung Wanara Nomor 10 Bandung, acara ini dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

Tidak seperti release party pada umumnya yang diisi dengan live performance dari sang pemangku hajat, Nectura memilih untuk mengemas acara ini dengan lebih santai dan interaktif. Release party ini diisi dengan kegiatan press conference dan hearing session, di mana para personil sebagai pembicara bertatap muka dengan media maupun Respectura (sebutan untuk penggemar Nectura) untuk berbincang-bincang secara langsung.

Sejak pukul 19.00 WIB, lokasi Banyu Leisure sudah dipenuhi media dan Respectura yang hadir. Terlihat personil Nectura masih berbincang santai di luar area press conference dan hearing session. Hampir seluruh personil menggunakan baju yang sama, berwarna putih dengan artwork “Kawan Bukan Lawan” di muka baju. Hanya Abah Andris, satu-satunya personil yang tidak mengenakan baju yang sama, memakai baju berwarna hitam dari clothing yang ia garap, Cowboy From Hell. Iseng, saya bertanya pada Abah Andris atas alasannya mengenakan baju yang berbeda dengan personil lain. “Putih mah kan penggambaran dari kesucian, malaikat, nah saya mah tetap keukeuh sebagai koboi dari neraka, hahaha! Saya memang mau ngitung berapa orang yang nanya tentang itu. Kamu orang pertama! Hahaha…,” jawab Abah Andris. Once being a cowboy from hell, forever he will be.

Seluruh audiens yang hadir diharuskan mengisi daftar hadir terlebih dahulu. Setelahnya, audiens diberi satu kupon yang dapat ditukar dengan makanan ringan, minuman, dan merchandise eksklusif dari Nectura. Merchandise yang Nectura berikan terbilang mewah, terutama mempertimbangkan bahwa ini adalah acara yang bisa dihadiri secara cuma-cuma. Mereka membagikan tote-bag berisi satu buah kaus Nectura (sama dengan yang dikenakan oleh personil), satu buah CD dengan paper case berisi single “Kawan Bukan Lawan”, dan beberapa sticker.


Release Party & Hearing Session "Kawan Bukan Lawan" - Nectura

Sekitar pukul 19.30 WIB, acara ini dibuka oleh Balum, seorang gitaris yang mendadak menjadi pembawa acara untuk pesta perilisan single Nectura. Setelah membuka acara dan menyapa kawan-kawan yang sudah hadir, ke-enam personil Nectura bergabung bersama Balum di hadapan audiens yang sudah duduk menghadap tepat ke arah sumber suara. Berturut-turut dari kiri ke kanan, Abo (gitar), Owang (vokal), Abah Andris (drum), Hinhin Akew (gitar), Pringga (keyboard & synthesizer), dan Aulia (bass) mengisi bangku yang sudah disediakan. Sebelum membahas tentang single terbaru, Balum membuka sesi pertama dengan bertanya seputar Nectura itu sendiri, terutama tentang sejarah dari band ini.

Awalnya, Nectura diinisiasi oleh Hinhin “Akew”, Owang, dan Paneu (mantan bassist Nectura). Tiga sosok ini sempat menjadi bagian dari band metal asal Bandung, Beside. Di ujung waktu mereka bersama Beside, mereka memiliki ide lain untuk membentuk band baru dan menggarap beberapa materi, meski belum ada nama yang mereka pilih. Pada akhirnya, nama “Nectura” muncul karena kebutuhan data dari studio rekaman, ketika mereka merekam materi-materi awal untuk album pertama, Awake To Decide. Nectura diambil dari kata nektar, minuman yang dikonsumsi para Raja Yunani. Nama ini dipilih dengan harapan bahwa Nectura dapat “menyegarkan” ranah musik metal yang ada di tanah air.


Release Party & Hearing Session "Kawan Bukan Lawan" - Nectura

Paneu, Kevin (mantan keyboardist), dan Soni Reffali (mantan drummer) menjadi personil di awal kali Nectura terbentuk, bergabung dengan tiga personil inisiator tadi. Bersama mereka, album Awake To Decide rampung di tahun 2014. Namun, karena berbagai alasan, formasi dari “band baru muka lama” ini harus berubah, dengan digantinya Paneu oleh Aulia, Kevin oleh Pringga yang sebelumnya merupakan teknisi, dan Soni Reffali oleh Abah Andris.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner