Resistensi Musik Bejat: Sebuah Ironi Ketika Makna Kemerdekaan adalah Nasi Dimakan Jadi T*i!

Resistensi Musik Bejat: Sebuah Ironi Ketika Makna Kemerdekaan adalah Nasi Dimakan Jadi T*i!

Proses kreatif album Resistensi Musik Bejat dibuat di sela-sela pemilihan kepala daerah Jakarta dan pemilihan presiden 2019. Ketika demokrasi dijadikan bola mainan, saat algoritma mendikte birokrat untuk menggoreng isu agama, korporat dibela mati-matian, sementara petani ditikam habis-habisan. "Keresahan-keresahan itu kami tuangkan dalam lagu 'Mental Negara Jajahan', di situ kami mencoba jadi amplifier buat berita buruk yang tidak pernah didengar dan terabaikan,” celetuk Dennis.

Musik bagi Fakecivil bisa berperan sebagai pelantar yang dirasa tepat mampu mendisrupsi kesadaran masyarakat di tengah politik yang semakin represif. Di dalam lagu yang berjudul “Polishit”, Fakecivil menceritakan bagaimana aparatur negara dan pegawai instansi pemerintahan masih rajin mengeruk warga lewat pungutan liar, sementara lapisan masyarakat kecil terus ditindas tak berdaya. Mengais rejeki dari tumpukan sisa mereka yang berada. Itupun jika masih ada bersisa.

"Masih dipukuli aparat, masih ditembak tanpa hukuman setimpal. Kami perlu menyuarakan ini, demi Budi Pego, Munirwan, Sriwogo, dan para petani lain yang dikriminalisasi. Meski di panggung kecil skala 50 orang, teriakan itu akan kami gaungkan sampai penjuru negeri. Maka dari itu ada kata "resistensi" di dalam Resistensi Musik Bejat,” ujar Lody.

Kembali aktif pada tahun 2016, Fakecivil mengemban aliran thrash yang banyak dipengaruhi oleh Sepultura, Pantera dan Black Sabbath. Jika dicermati, upaya para metalheads muda dalam meramu aransemen musiknya banyak ditemukan artefak dari berbagai genre musik lain, mulai dari ketukan nakal a la band progressive rock Renaissance, hingga musik simplistik dan straight-forward punk ala The Clash. Namun, fondasi utamanya tetap thrash metal yang ditandai dengan agresi secara keseluruhan, akselerasi tinggi, transisi dan bertempo cepat. Ketukan drum yang menderu ini bersanding dengan riff gitar low-regs, bertabur shredding. Lirik tegas dan lugas tanpa basa-basi menjurus ke tema kritik sosial yang diangkat. Sebuah pendekatan yang dipinjam dari hardcore punk, sepupu dekatnya dalam pohon keluarga musik.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner