Review Album : Themilo – Wasted Parts
Bersemayam selama satu jam dua puluh limat menit bersama materi yang terbuang milik Themilo
Di penghujung 2017, Themilo melepaskan bentuk fisik materi terbuangnya, bertajuk Wasted Parts. Secara tidak langsung, ketika rilisan fisik berbentuk cakram padat terbaru itu dirilis, diskografi Themilo pun ikut bertambah, selepas album kedua yang mereka keluarkan di tahun 2011, Photograph. Dan karya hangat, baru saja dilucutkan oleh grup shoegaze veteran ini.
Di detik-detik penyambutan Wasted Parts, pihak label yang merilis serta seorang seniman populer kenamaan Bandung mengunggah pernyataannya masing-masing, terkait keterlibatan mereka untuk materi terbuang ini. Dari pihak label, Anoa Records meyatakan bahwa akan merilis double cd untuk album ini, yang masing-masingnya berisikan track unreleashed dan remix yang pernah dibuat oleh Themilo yang terbagi di dua kepingan cakram padatnya. Sedangkan dari seorang seniman – membuat grafis sampul albumnya, Amenkcoy pun sama halnya Anoa Records. Dalam postingan Instagramnya, ia menunjukan satu kehormatan telah bisa turut menorehkan tinta hitam dari kedua tangannya di bagian depan album baru Themilo ini.
Tapi, entah apa yang terfikirkan oleh band asal Kota Bandung itu hingga merilis Wasted Parts sebagai produktivitas karya terbarunya. Tapi, jika dilihat-lihat ada baiknya juga mengeluarkan materi terbuang ini sekarang, selain menjadi produktivitas karya juga tentunya membahagiakan para fans yang telah mengetahui band ini sejak lama. Karena tak lain dan tak bukan, didalamnya terdapat sekumpulan karya Themilo yang sempat berkolaborasi dengan musisi lain. Contohnya saja seperti yang dilakukan mereka di album pertamanya Let Me Begin, yang memilih berkolaborasi dengan Alexandra J Wuisan, yang merupakan personil Sieve - sosok wanita penting di era 90’an Indie Bandung. Namun untuk album ini ada kolaborasi dengan beberapa musisi/grup musik lain yang diantaranya : HMGNC, Dj Gerrie, Electrofux, Space Astronout, Tomatoes Grill, dan Love Afair. Serta juga terdapat materi live hasil cover lagu milik Pure Satyurday , berjudul "Open Wide" dapat ditemukan disini.
Dari keseluruhan lagu, album ini mempunyai 17 materi yang siap untuk didengar. Tapi, bagi yang ingin mendengar atau mengetahui seperti apa musik Themilo, jangan pernah dengarkan album ini. Karena seluruh materinya bisa membuat ngantuk untuk para pendengar baru. Coba saja simak dulu album Let Me Begin atau Photograph, kalau suka ya bolehlah dengar album ini. Tapi, album ini akan menjadi kebanggan untuk para fans yang telah menanti karya baru dari Themilo, karena didalamnya mereka bakal terpuaskan oleh beberapa track yang belum pernah dirilis atau ditemukan mungkin. Tepatnya, mereka akan dimanjakan oleh permainan musik yang melaun-laun, petikan gitar delay yang berulang, serta vokal bermalas-malasan menghiasi hampir seluruh materi di album ini. Selama satu jam lebih, kesemua suguhan itu terbungkus di album Wasted Parts ini. Apa masih perlu dijelaskan seperti apa detilnya lagi tentang album ini ? sepertinya tak perlu, karena album ini memang layak untuk didengar dan dimiliki bentuk fisiknya.
Comments (0)