Review Album: 'Tribute to Big Four' - Angel of Death

Review Album: 'Tribute to Big Four' - Angel of Death

Akhirnya, saya mendengarkan delapan lagu The Big Four versi Angel of Death. Secara keseluruhan, hal yang paling ditemukan berbeda jika mengkomparasi versi asli dan versi Angel of Death terdengar di bagian vokal. Semua vokalis dari ke-empat band tersebut rata-rata bernyanyi dengan menggunakan high pitch, atau range vokal tenor, dengan menggunakan teknik scream, distorsi suara yang cukup kasar tapi masih dengan pelafalan yang jelas, juga dengan nada-nada yang melodius. Ketika lagu-lagu ini ada di tangan sang vokalis Angel of Death, warna musiknya mendadak berubah dan atmosfir black metal langsung menyeruak. Growling terdengar di seluruh lagu.

Bicara dari segi permainan instrumen, harus diakui jika Angel of Death bisa disebut mampu untuk memainkan lagu demi lagu tanpa miss. Gitar, bass, dan drum yang digeber kencang dengan tingkat kesulitan yang tinggi dapat ditaklukan dengan baik. Ditambah balutan string section, Angel of Death mampu memberi nuansa baru untuk lagu-lagu tersebut. Mereka cukup berhasil membuat kita “melupakan” versi asli dari lagu-lagu tersebut.

Tetapi, ada yang membuat Tribute to Big Four menjadi stagnan. Seluruh lagunya digubah dalam tempo cepat, bahkan “The Unforgiven” sekalipun. Lagu yang di-cover memiliki tempo musik yang variatif, meski memang versi asli dari delapan lagu itu didominasi dengan tempo yang cepat. Tetapi, ada permainan suasana dan dinamika di setiap lagu. Ketika saya melihat track list, dugaan awal saya adalah mereka sengaja memilih lagu-lagu dengan tempo beragam demi menyuguhkan variasi. Nyatanya, seluruhnya memiliki warna yang hampir sama.

Ketika semuanya menjadi sama rata, rasanya sulit untuk menilai satu per satu dan menentukan klimaks. Angel of Death memang menyajikan cover lagu The Big Four dengan karakter mereka sendiri. Tapi, jika mereka mampu bermain dengan mood, atau menyuguhkan serupa dengan kurva, dalam arti lebih peka dengan keperluan maupun kemampuan daya tangkap telinga dan otak kanan, Tribute to Big Four akan semakin menarik. Tribute to Big Four dikemas dengan sangat keras dan menantang. Rasanya seperti mendadak orgasme, tapi tidak ada titik henti. Memang nikmat, tapi apa yang akan malah terasa ketika orgasme itu dirasakan terlalu cepat dan malah terlalu lama?

Tetapi, saya mengacungkan semua jempol yang saya punya untuk Angel of Death. Sejujurnya, hasil yang mereka suguhkan dalam Tribute to Big Four di luar dugaan saya. Angel of Death menjadi salah satu unit yang harus diwaspadai. Meski secara produksi memang belum di titik maksimal, tetapi kerja keras mereka ternyata memang benar-benar mencengangkan. Banyak hal baru yang ditemukan dalam cover lagu milik empat band legendaris ini, dan pergerakan nekat mereka membuahkan hasil yang sangat baik. Semoga, ini menjadi pertanda untuk gebrakan lain yang akan Angel of Death lakukan.

BACA JUGA - Review Album: Walking Out From 05:14 - Angel Of Death

Foto diambil dari akun Instagram Angel of Death

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner