Review Konser 'Taifun' dari Barasuara

Review Konser 'Taifun' dari Barasuara

Barasuara memilih membatasi jumlah audiens yang ingin hadir ke helatan konser tunggal mereka, “Taifun” pada kamis  (22/10) lalu. Selain karena kapasitas Rossi Music Center yang tidak terlalu luas dan menampung jumlah penonton ratusan lainnya, langkah ini sengaja diambil oleh Barasuara agar jalannya konser “Taifu”n kian khidmat dan intim. Dengan jumlah tiket total 300 lembar saja, penjualannya hingga menyandang status ludes cukup dalam satu hari saja. Antusiasme penikmat musik lokal kian terbakar untuk menyimak Barasuara menampilkan repertoarnya.

Sejak sore hari pintu masuk Rossi Music Center sudah penuh sesak. Tepat pukul 9 malam, sang pemilik acara dinobatkan naik pentas. Penampilan yang eklektik langsung membius para hadirin. Bukan Barasuara namanya kalau tampil tanpa kejutan, terlebih di momen spesial macam konser Taifun ini. Menghadirkan sosok Cholil Mahmud untuk  berduet di lagu "Sendu Melagu" menambah decak kagum penonton. Juga menarik ingatan belum lama ini, betapa menariknya penampilan kolaborasi Efek Rumah Kaca dan Barasuara di Artwarding Night.

Adalah hal pasti ketika pemandangan antusias para penonton terlihat malam itu. Bergiliran track-track terbaik mereka sajikan. Dari "Mengunci Ingatan" hingga "Tarintih", kemudian "Menunggang Badai" sampai "Nyala Suara". Tentu yang termutakhir adalah koor massal saa Barasuara memainkan "Bahas Bahasa" dan "Api dan Lentera". Interaksi dengan penonton pun kian intim saa mereka mempersilahkan semua hadirin memainkan "Angin" atau "Hujan" dari ponsel maupun tablet seperti yang sudah digembar-gemborkan Barasuara di sosial media beberapa hari jelang konser. Pagelaran emosional nan sentimentil ini ditutup dengan sempurna melalui "Nyala Suara".

Foto : Barasuara Doc.

          bamirawan.blogspot.com & entertainment.kompas.com

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner