Review Split Album : Sky Sucahyo & Lightspace

Review Split Album : Sky Sucahyo & Lightspace

Sebuah ‘split’ album dari dua materi oleh dua musisi yang cukup kompleks terangkum dalam sebuah cangkang kaset pita.

Bagi para kolektor rilisan musik berbentuk fisik, mugnkin sudah tak lazim dengan jenis karya musik berupa split album. Yang mana jenis rilsan ini sendiri hampir menyerupai layaknya sebuah album kompilasi, tapi tidak menyediakan belasan atau puluhan materi dari berbagai kelompok musik. Hanya 2-3 musisi saja yang biasa masuk dalam sebuah split album. Untuk eksistensinya, jenis rilisan ini di Indonesia telah banyak dilakukan oleh musisi-musisi ternama dan biasanya juga split album sering ditemui dalam format kaset pita. Ya semacam yang baru-baru ini split album yang dirilis berbarengan dengan zine milik penulis Idhar Resmadi bernama zine ‘Musik & Warga Kota’.

Dalam kaset yang dirilis oleh label indiependent lokal Warkop Musik tersebut, terdapat dua materi dari dua musisi yang saling bertolak belakang untuk perihal musikalitasnya. Seperti soloist wanita asal Jakarta, Sky Sucahyo dengan lagunya “Lejar” dan kelompok musik post-rock/eksperimental asal Kota Kembang bernama Lightspace berkolaborasi dengan Karina Sokowati dalam lagu cover milik Toe berjudul “Goodbye”. Dua materi dari dua musisi ini terbagi di tiap muka kasetnya dan dengan warna musik yang berbeda pula. Seperti yang disebutkan bahwa album split hampir serupa dengan album kompilasi, di rilisan fisik jenis ini mempunyai satu keunggulan ; baik berupa referensi musik serta peleburan dari dua warna musik yang berbeda dalam satu rilsan musik dapat ditemui disini.

Di muka pertama ketika di putarkan melalui tape player, kaset ini memainkan musik dari Sky Suchayo yang berjudul “Lejar”. Secara subyektif, lagu tersebut memiliki nuansa yang sangat nyaman untuk tiap kuping yang mendengarkannya. Dengan vokal yang dinyanikan oleh Sky Sucahyo dan bersanding dengan petikan gitar ukulele, menjadikan materi ini cocok untuk menemai kala teriknya matahari pada siang menjelang sore tiba. Dengan segelas teh hangat, suasana nyaman terasa cukup kompleks ketika mendengarkan lagu “Lejar” ini. Dan ketika track tersebut telah dimainkan dan selesai, otomatis kaset memberi peringatan dan harus segera dibalik untuk mengetahui seperti apa materi kolaborasi Lightspace dengan Karina Sokowati.

Dari nuansa musik yang santai, secara perlahan berubah menjadi dunia fantasy oleh kolaborasi Lightspace dengan Karina Sokowati. Lewat iringan musiknya yang terkesan gloomy, awalnya Lightspace membuka pintu untuk imajinasi pendengarnya, yang lambat laun setelahnya parititur musik pengembangan dari sebelumnya berubah tanpa menghilangkan benang merah kualitas sound-nya. Petikan bass yang sangat terasa, menjadi penjembatan bagi Karina Sokowati untuk melantunkan untaian kata demi kata berbahsa inggris yang menjadi lirik dari lagu asli milik grup asal Negeri Sakura tersebut, Toe. Masuk pada bagian reff, pergantian bahasa dalam lirik terjadi, dan Karina Sokowati menyuarakan dengan intensitas vokal sedikit tinggi dalam bahasa Jepang. Dibandingkan dengan “Lejar”, untuk durasinya lagu ini lebih panjang dan sangat cocok untuk dijadikan sebagai lagu penutup di album split ini.

Berharap split album semacam ini masih akan terus dimunculkan oleh label indiependet Indonesia. Tak menutup kemungkinan bagi aliran musik tertentu, berbagai jenis musik pun dapat dijadikan sebagai rilisan split album. Walau tak dipungkiri pula keberadaan digital saat ini masih banyak menjadi pusat perhatian karena lebih efisien, tapi keberadaan rilisan fisik pun cukup penting karena lewat format inilah sebuah jejak karya dari musisi dapat disentuh oleh pendengarnya. 

Sumber foto : Instagram Idhar Resmadi (@idharrez)

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner