Rilisan Musik Recommended  Tahun 2014 (Part 1)

Rilisan Musik Recommended Tahun 2014 (Part 1)

Tahun 2014, seperti tahun-tahun sebelumnya, berjalan stabil walaupun ada beberapa titik yang menjenuhkan. Entah itu pesta demokrasi tanah air, kenaikan BBM, dan kejenuhan-kejenuhan lainnya. Namun terlepas dari itu, banyak hal-hal indah yang rasanya sulit untuk ditelantarkan mengingat seberapa pahitnya hidup, pasti ada saja pemanis didalamnya; tak terkecuali soal musik. Tahun ini, sungguh banyak rilisan yang rasanya dapat menyegarkan pendengaran dan haram untuk dilewatkan. Tanpa tendeng aling, mari kita ulas satu persatu 20 rilisan musik recommended di tahun 2014.

1. The Slave – Remorse

Tak ada lagi hal antiklimaks selain 4 pemuda penggiat skateboard yang lantas membuat band dengan musik cadas 70-an sebagai kiblatnya. Ya, inilah The Slave, kuartet penggerak rock purba. Berisikan Norman Genta (vokal – gitar), Absar Lebeh (gitar), Widi Kadut (bass), dan Boy (drum), bersama mereka melahirkan sebuah paketan nan jahanam bernama “Remorse”. Mulai dari The Darkest Part of Me yang hadir dengan riff ala Black Sabbath yang teramat jahat, sampai tembang By Your Side yang hadir sepintas mirip dengan nuansa rock Indonesia tahun 70-an. Album ini dinaungi oleh Bhang Records, dengan “Rekti Yoewono” (vokal & gitar The Sigit) sebagai produsernya.

 

2. DeadSquad – Profanatik

Satu kata untuk menggambarkan Profanatik milik Deadsquad: menderu-deru. Ya, album ini merupakan kali kedua semenjak Horror Vision di tahun 2008. Para awak pasukan mati Daniel Mardhany, Stevie Item, Coki Bollemeyer, dan Andyan Gorust, sukses menggerus gendang telinga para pendengarnya lewat tembang nan brutal di album ini seperti Patriot Moral Prematur, Horror Vision, Misantropis, Jurnal Gagak, hingga Fire milik Jimi Hendrix yang didaur ulang oleh grup yang berdiri pada 2006 ini. Sungguh menyiksa!

3. Tulus – Gajah

Sekali-sekali, hits nan kekinian secara gamblang  patut menyendukan telinga agar diri kembali tersegarkan. Mari sambut Tulus, sang gajah dengan albumnya “Gajah” yang terdendang apik ini merilis album keduanya di awal tahun. Masih earcatching seperti sebelumnya, Tulus yang bergenre pop-jazz ini urung lepas dari tema-tema lagu seputar cinta dan perjalanan hidupnya. Sungguh syahdu tatkala lagu “Sepatu” diputar, lalu tembang sedih “Bunga Tidur” sukses menggalaukan pria yang tak pernah berani mengungkap isi hati pada sang pujaan, hingga “Gajah” yang merupakan cerita tentang masa kecil Tulus yang seiring diolok-olok dengan sebutan ‘gajah’. Lain-lainnya masih banyak, sila dengar dan buru album ini sebelum penyesalan tiba.

4. L'Alphalpha - Von Stufe Zu Stufe

“Dari panggung ke panggung”, begitulah kurang lebih arti dari album L’Alphalpa ini. Berisikan sembilan lagu—lima dalam bahasa Inggris, sisanya berbahasa Indonesia—baru, band besutan Herald Reynaldo Sinaga (vokal, gitar), Byatriasa Pakarti Linuwih (vokal, piano), Ildo Reynardian Hasman (vokal, latar, drum), Citra Winitya Kusumaningtyas (vokal, latar, drum), Yudhistira Mahendra Padmokoesoemo (vokal latar, bass) serta Purusha Irma Saraswati (vokal latar, biola) ini mengerjakan album selama dua tahun sejak rampungnya album perdana “When We Awake, All Dreams Are Gone”. Tak usah ragu ‘tuk menyimak tembang bernada post-rock dari “Von Stufe Zu Stufe” macam “Gema”, “Hearts”, dan “All Birds are Against The Gravity”.

 

5. Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku

Memang, beberapa tahun kebelakang, musik folk sungguh digandrungi para hippies lokal. Jika memang begitu, maka tak komplit bila tak mendengar Dialog Dini Hari. “Tentang Rumahku” adalah rilisan harmonis karya trio asal Bali Dadang, Deny, dan Zio. Terjadi banyak inovasi dalam album ini, semisal unsur jazz yang terselip dalam lagu “Di Balik Pintu,” namun selebihnya masih tetap lembut dan memberi pesan moral akan lingkungan lewat “Tentang Rumahku” dan “Jalan Dalam Diam”. Album ini juga mengajak sejumlah musisi tamu untuk berkolaborasi seperti Kartika Jahja, Ricky (White Shoes and The Couple Company), dan pemain alat musik tiup senior, Sa’at. Bilamana mencintai musik rakyat, maka coba juga cintai rilisan terbaru milik Dialog Dini Hari Ini.

 

Masih banyak lagi rilisan fisik lainnya yang senantiasa menggugah para penikmat musik tanah air, harap bersabar ‘tuk menunggu ulasan selanjutnya. Hidup musik Indonesia!

 

Oleh: Bobby Agung Prasetyo

Foto: istimewa

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner