Rilisan Musik Recommended di Tahun 2014 (Part 2)

Rilisan Musik Recommended di Tahun 2014 (Part 2)

Music for life, life for music. Bagi beberapa orang, musik adalah nafas bagi mereka dalam menjalani kehidupan. Bila tak ada, maka hampalah rasanya. Berbicara soal pelaku, maka musisi di tahun 2014 memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Setelah menjelaskan lima rilisan musik recommended sebelumnya, maka berikut akan dilanjut kembali rekomendasi yang wajib untuk dikoleksi, persembahan dari tahun 2014.

 

Cupumanik – Menggugat

Berisi pemuda yang dibesarkan di tahun ‘90-an dan setia membawakan grunge/rock alternatif di era sekarang, Cupumanik mampu menunjukkan kecerdasan mumpuni dan keberanian dalam berkomposisi dan kaya akan dinamika serta melodi yang bernilai. Di album terbaru mereka ini, Lirik Cupumanik kembali menyasar pada isu sosial politik yang menunjukkan kemampuan vokalis Che dalam melakukan observasi dan menuangkannya menjadi lirik yang enak dinyanyikan. Belum lagi, SQ sang gitaris adalah seorang riff master yang tak pernah kehabisan stok riff. Simak lagu “Grunge Harga Mati” yang merupakan identitas eksistensi rock kotor, “Aksara Alam” yang anggun, dan kelamnya tembang “Garuda Berdarah”.

Godless Symptoms - Negeri Neraka

Menggugah sekali, ketika sekumpulan fatcrue bergumul lalu bersiasat untuk dapat memainkan musik keras. Ini dia, Negeri Neraka yang dipersembahkan oleh Godless Symptoms. Baruz (vokal), Tommy (gitar), Dicky (gitar), Lukita (bass), dan Goesti (drum), punggawa grup bergenre metal ini, intinya ingin menggambarkan keadaan kondisi sosial politik di tanah air yang semakin kacau lewat album ini. Salah satu tembang macam “Negeri Neraka”, “Terhimpit Paranoia”, dan “Kebenaran Harus Lantang Berbicara”, patut untuk disimak sebagaimana yang lainnya.

 

Vague – Footsteps

Footsteps, merupakan penegasan akan penemuan alam raya tentang betapa indahnya sisi negatif hidup. Profil fisik tiga orang personil band ini, pada awalnya, membuat orang-orang penuh judgement semacam saya beranggapan bahwa mereka adalah anak muda kota besar yang sepertinya baik-baik saja, berkecukupan dan berdiri jauh dari permasalahan hidup. Tapi ternyata tidak. Lirik-lirik di album Footsteps jauh lebih seru ketimbang musik rock penuh amarah yang mereka mainkan. Di album Footsteps, kekacauan seperti apapun malah menjadi nada yang seolah tetap menyentuh, contohnya Inadequate dan Dissonance.

Terapi Urine – Kehiduvan Yang Vhana Ini

Tak selamanya sesuatu berhaluan keras harus dipaket dengan tema-tema berat. Mari sambut Terapi Urine, grindcore menggemaskan nan jenaka dari Kota Kembang. Lewat musik yang garang berikut kontennya hal-hal ‘sepele’ namun terasa dekat dengan kehidupan kita, sekumpulan pemuda tersebut pun menyuguhkan Kehiduvan Yang Vhana Ini dengan persiapan yang sungguh matang. Simak tembang-tembang pengocok perut macam “Kena Gigi Uang Kembali”, “Cir Go Bang Go Cir”, “Dedek-Dedek Urban”, dan lainnya.

 

FSTVLST – Hits Kitsch

Almost Rock Barely Art (Hampir Rock Nyaris Seni-RED) adalah apa yang tergambar dalam FSTVLST. Eksperimen-eksperimen musik yang telah mereka lakukan sedari nama grupnya masih “Jenny”, telah banyak sekali. Tak terlepas kemungkinan kita. Materi-materi nan matang dapat kita nikmati oleh band yang berasal dari Yogyakarta ini, mulai dari track awal “Orang-Orang di Kerumunan” sampai penutupnya “Ayun Buai Zaman”.

 

Musik beragam bentuknya, maka jangan heran jika suatu hari nanti para pecinta musik menemukan folk bercampur stoner rock; grindcore kombinasi melayu; black metal nuansa dangdut. Begitu pula dengan band-band yang kini bereksplorasi lebih keras demi untuk menemukan sound yang baru dan terkesan fresh. Jadi, jangan ragu ‘tuk menunggu sambungan artikel 20 rilisan musik recommended di tahun 2014, yang selanjutnya.

Oleh: Bobby Agung Prasetyo

Foto: Istimewa

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner