Rilisan Musik Recommended di Tahun 2014 (Part 3)
Pada awal tahun 2014, Indonesia diguncangkan dengan lagu-lagu yang beraliran dangdut koplo. Berbagai macam bentuknya pun muncul silih berganti; ada yang menadung sensualitas, percintaan sampai, sampai joget-joget yang sangat ngehits tersebut. Namun terlepas dari itu, masih banyak juga grup musik yang tak mengikuti arus tersebut dengan konsisten pada passion musiknya masing-masing. Setelah membahas beberapa, kini akan dilanjutkan kembali beberapa rilisan tahun 2014 yang kami nobatkan untuk wajib dimiliki para pecandu musik Indonesia.
Morfem – Sneakerfuzz
Salah satu hal menarik dalam Morfem adalah pemilihan tema lirik. Di EP Sneakerfuzz, hampir setiap lagu punya tema lirik yang beda. Mereka pernah mengubah jalan tikus dan bocah cadel menjadi sebuah lagu, tanpa terdengar norak. Di Sneakerfuzz, mereka bisa mengubah kecelakaan akibat kecerobohan yang sering terjadi di tengah malam dalam lagu Jam 3 Pagi di Bundaran. Cukup menarik memang bila membicarakan keempat pria bernama Jimi, Pandu, Yanu, dan Freddie, yang tergabung dalam Morfem. So fuzzzzzz!

Somnyfera - Paralyensomnium
Musiknya progresif, cenderung berkarakteristik alternative rock era 90-an, dan penambahan bumbu space-rock dan efek-efek bima sakti lainnya di setiap materi lagunya buat kita serasa berada di luar angksa. Somnyfera dengan debut albumnya Paralyensomnyvm!!xx di tahun ini, sukses menggelinjangi telinga sampai mendengung. Solid beranggotakan Dika (vokal & gitar), Valchon (bass & vokal), Reza (drums) dan Saat (gitar) setelah sempat bongkar pasang personel, album ini menjadi warna unik tersendiri bagi untuk dapat dikoleksi.

Taring – Nazar Palagan
“Mainkan Gebeg!” ujar sang vokalis, Nyanknyank, di suatu konser. Sungguh berbahaya adanya, bila membicarakan Taring, hardcore kota kembang paling membanggakan saat ini. Dari segi sound, Nazar Palagan yang di-mixing dan mastering oleh Zoteng dari Forgotten ini patut diacungkan dua jempol. Tone gitar dan bass, serta kick drum yang tebal dan tajam memang layak menjadi penyempurna album ini. Hukum dari rilisan ini adalah: wajib dimiliki.

Headcrusher – Keos
Ada yang menarik dari timur Pulau Jawa sana. Headcrusher namanya. Sesuai dengan judul albumnya, band yang digawangi oleh Rian (vokal), Dimas (bass), Arya (gitar), Ganis (gitar) dan Goyco (drum) ini memang sangatlah Keos baik dari segi muskalitas hingga performnya. EP ini sekaligus menjadi bukti bagi kredibilitas Headcrucher yang hadir sejak 2010 silam. Ditengah lesunya gairah thrash metal di Surabaya, Headcrusher pun membuktikan diri lewat debut EP-nya, sebuah mini album yang cukup agresif dan masif. Ugal-ugalan sekali.

C.U.T.S - Rrradarrr
Seperti arti radar yang sebenarnya, seluruh lagu dalam album ini adalah hasil pencarian C.U.T.S dan bagaimana cara mereka mengolah segala hal yang terjadi di lingkungan sekitar, sejauh radius penglihatan mereka. Bertahun-tahun penantian, dijawab dengan lugas. RRRADARRR memberikan sensasi rock segar yang impresif. Simak lagu “Lady Boy” dan “Teriak Gila” yang cukup menghentak nan mengasyikkan. Recommended!

Comments (0)