Riset dan Pendalaman Konten Selamatkan Kapital di Pengadilan Musik
Kolaborasi antara musik etnik dan metal yang mewakili budaya modern inilah yang menjawab mengapa Kapital menganggap album Mantra menjadi masterpiece yang dihasilkan Kapital sejauh ini. Alat musik tradisional ini tidak sekadar menjadi “tempelan”, tapi justru jadi unsur utama yang dikedepankan, di waktu yang bersamaan tetap diagungkan, dan tentunya Kapital sendiri memahami betul tentang sejarah dan kegunaan dari alat musik tradisional tersebut karena mereka melakukan riset terlebih dahulu. Proses kurasi yang mereka lakukan di awal penggarapan membuat mereka paham bagian mana yang boleh mereka sertakan sementara yang sangat sakral mereka hindari demi menjaga esensi.
Pencampuran ini membuat musik Kapital berubah drastis. Selain karena formasi baru yang juga menghadirkan energi baru, hadirnya alat musik tradisional ditambah kolaborasi dengan beberapa seniman etnik juga membuat Kapital banyak beradaptasi untuk urusan musikalitas di album Mantra. Dari kacamata Kapital, kolaborasi kedua kutub musik yang berbenturan ini mendapat respon yang baik dari warga Kalimantan, karena mereka mendapati tanggapan bahwa Kalimantan mampu merepresentasi musik Kalimantan.
Selain mengangkat budaya, Kapital juga mengangkat tema lain dalam album Mantra. Masih tentang ketidakadilan, Kapital sedang menyentil mereka yang memiliki otoritas bahwa (setidaknya) di Kutai Kartanegara masih banyak yang belum mendapatkan fasilitas yang memadai. Masih ada lokasi yang tidak dialiri listrik, juga masih ada tempat-tempat yang tidak memiliki sekolah di sana. Mereka menyatakan protes bahwa seharusnya pembangunan tidak hanya terjadi di Jakarta atau Pulau Jawa.

Artwork album Mantra dari Kapital
Tak hanya tentang esensi, Jaksa Penuntut juga menanyakan perihal artwork di album Mantra. Di artwork-nya, terlihat satu orang perempuan cantik yang dirias sedemikian rupa menjadi terlihat menyeramkan dengan tempurung kelapa di depannya—tempurung kelapa biasanya dipakai ketika melaksanakan sebuah ritual di Kalimantan. Wanita tersebut adalah Puteri Pariwisata yang berasal dari Dayak Kenyah. Sosok yang lebih muda dipilih Kapital untuk sampul album artwork untuk membedakan dengan sampul album-album sebelumnya.
Comments (0)