Riset dan Pendalaman Konten Selamatkan Kapital di Pengadilan Musik

Riset dan Pendalaman Konten Selamatkan Kapital di Pengadilan Musik

Pertanyaan dari sosial media menjadi penutup segmen kedua. Artinya, putusan dari Hakim untuk Kapital akan segera dibacakan. Tapi, sebelum putusan, ada lagi satu tantangan yang harus dilewati oleh Kapital. Tantangan ini ditujukan pada Baken Nainggolan. Ia dinaikan statusnya sebagai residivis karena ini adalah kali keduanya hadir di Pengadilan Musik. Sebelumnya, ia juga menjadi terdakwa dengan bandnya terdahulu, Hellcrust. Khusus untuk Baken, ada permintaan dari Hakim agar status residivis bisa ia lepas.


Baken dinyatakan menjadi residivis di Pengadilan Musik episode 38

Tantangan yang harus dilewati Baken adalah bermain ukulele. Seharusnya, Baken ditantang bermain Sape hari itu. Tapi, karena urusan teknis di bandara Kalimantan, Sape tidak bisa diterbangkan. Ukulele jadi pilihan selanjutnya. Jika Baken memang benar-benar seorang pemetik dawai yang mumpuni, seharusnya alat musik apapun bisa ia kuasai, tak terkecuali ukulele.


Baken ketika diuji kemampuannya memainkan ukulele

Dengan status residivis, Baken berdiri di sisi Hakim dan bersiap memegang ukulele untuk dimainkan. Butuh beberapa saat untuk Baken berpikir lagu apa yang akan ia bawakan, hingga akhirnya ia berhasil memainkan ukulele dengan sangat baik. Meski ukuran jari Baken terbilang besar di neck ukulele yang kecil apalagi jika dibandingkan dengan neck gitar yang biasa ia eksekusi, Baken berhasil mengundang decak kagum dari permainan ukulelenya. Ini membuat Baken berhasil melepas status residivis.

Pengadilan Musik masuk ke sesi akhir di mana Hakim akan membacakan putusan dari persidangan. Menimbang seluruh hasil pengadilan malam itu, Man Jasad menyatakan bahwa Kapital dinyatakan lolos dan album Mantra layak untuk dinantikan, dengan harapan Kapital harus segera menggelar tur di Kalimantan, Indonesia hingga ke luar negeri.

Kapital berhasil menaklukan para perangkat persidangan di Pengadilan Musik episode 38. Kerja keras mereka dalam mengaransemen musik sekaligus mengedepankan budaya Indonesia patut diacungi jempol. Mereka juga sadar betul bahwa konsep yang mereka bangun dalam Mantra tidak bisa sembarangan digarap juga tidak semata-mata untuk terlihat keren dan unik. Kapital memberi contoh nyata bahwa riset dan pengetahuan adalah penting, apalagi yang sifatnya berkaitan dengan budaya harus didalami dengan menyeluruh dan diagungkan sesuai posisinya.

BACA JUGA - KAPITAL Akan Meneruskan "Teror Dari Belantara" di Album MANTRA

 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner