Rock Satir Kelas Berat

Rock Satir Kelas Berat

Max Havelaar adalah sebuah band rock kelas berat yang memadukan sisi experimental, psychedelic rock, prog rock, hingga punk. Terbentuk pada awal Tahun 2010 di Jakarta.  Berawal dari bertemunya Asra (piano/keyboard) dan Dedi (vokal/gitar), yang saling bertukar referensi musik dan akhirnya sepakat untuk membentuk sebuah band. Pertemuan pertama tersebut berlanjut dengan pencarian orang untuk posisi Gitar, Bass dan Drums. Usulan dari Dedi untuk posisi gitar adalah David Q, seorang gitaris band acid jazz, Chlorofil dan kuintet pop folk, Float. David sendiri sempat beberapa kali mempunyai proyek dengan Dedi, walaupun belum pernah sampai ke tahap pengeluaran album.  Gayung pun dilempar dan akhirnya disambut oleh David yang bersedia masuk untuk mengisi posisi gitar.

Untuk posisi bass, Teddy adalah yang akhirnya dihubungi dan langsung bersedia walaupun pada awal ditelepon, Teddy mengaku sudah lama tidak memegang instrumen bass karena beberapa tahun belakangan lebih konsentrasi ke musik elektronik sebagai Live PA DJ dan produser di M1D1 D4T4.  Band tanpa nama itu pun sudah berjumlah 4 orang dengan Dedi (vokal/gitar), Asra (piano/keyboard), David Q (gitar), dan Teddy (bass), kurang satu orang untuk memegang instrumen drum. Pemilihan personil untuk posisi drum dirasakan cukup susah, beberapa nama disebutkan tapi belum tercapai kesepakatan.  Ketika sudah menjelang deadline latihan pertama, Asra mengusulkan nama Akbar dari Efek Rumah Kaca. Ketika dihubungin Akbar bersedia untuk membantu dan akhirnya latihan pertama dari band tanpa nama ini terjadilah.  

Band tanpa nama ini berlanjut ke beberapa kali latihan, dan akhirnya berdiskusi tentang kemungkinan nama band. Beberapa nama band menjadi usulan dan akhirnya sepakat untuk menyetujui nama band yang diusulkan oleh Dedi yaitu “MAX HAVELAAR”. Tidak ada filosofi khusus ataupun arti khusus dari pemilihan nama MAX HAVELAAR, selain bahwa nama ini terinspirasi dari nama novel satir yang terbit ditahun 1860 oleh Douwes Dekker menggunakan pseudonim (nama-samaran-RED) menjadi "Multatuli".  Dengan personil lengkap dan 4 lagu dari beberapa latihan, MAX HAVELAAR  siap masuk ke studio rekaman. Studio Cpro dan Studio Pendulum adalah dua studio yang menjadi  tempat rekaman pertama.

Ketika dihadapkan dengan target penyelesaian lagu,jadwal latihan rutin dan konsep membangun band dari nol, MAX HAVELAAR dihadapkan pada pilihan personil dengan status tetap walaupun Akbar sendiri siap membantu sampai dengan tahap penyelesaian album. Setelah berdiskusi akhirnya disepakati Hendra yang nama panggilannya adalah Cakhend ditawari untuk posisi drum. Hendra sendiri adalah drummer jazz yang sudah dua menelurkan album bersama Notturno. Dengan semangat untuk mencari hal yang baru akhirnya Cakhend di tahun 2011 bersedia masuk. Di tahun 2011, lengkaplah sudah personil MAX HAVELAAR dengan Asra (Piano, Keyboard), Dedidude (Vokal, gitar),  David (Gitar), Teddy (Bass) dan Cakhend (Drum).

 

Contact:

www.suaramaxhavelaar.com

www.facebook.com/maxhavelaarid

www.twitter.com/maxhavelaarid

‘Karel”

Foto : Max Havelaar Docs

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner