Rock'n'Roll Spirit WithPunk Attitudes
Bermain musik adalah panggilan jiwa. Hal ini berlaku bagi Pattas Patar, Aditya Danudja, Dimas Surya, dan Neil Muhammad. Musik juga dianggap sebagai sarang ‘pencari perhatian’, baik untuk menarik simpati orang, menggerakan hati, meracuni pikiran, bahkan lawan jenis. Yap, sekedar gaya-gayaan doang. Hal itu pun tidak berlaku, dan menjadi pakem yang haram untuk dilakukan. Niat mulia mereka, hanya untuk bersenang dengan berteriak lewat nada-nada bernafaskan semangat rock’n’roll, walaupun jenis musik mereka (saat itu) 100% PUNK!.
Tahun 2012, merupak tahun bersejarah bagi grup musik yang sebelumnya, menamai diri mereka dengan sebutan Freeman ini. Walaupun tak lama berselang, nama tersebut tergantikan dengan “The Pruxx”.
Sela-sela jam pelajaran salah satu SMA yang berdekatan dengan bandara di Bandung, mulai dari obrolan warung kopi tentang band-band punk idola mereka seperti Rancid, Ramones, The Clash, Cock Sparrer, sampai sang legenda punk ugal The Sex Pistols; adalah bahan yang tidak bosan-bosannya dibicarakan. Sampai pada akhirnya, Neil (drum), Dimas (bas), dan Pattas (vokal) berpikir membentuk sebuah band berkarakter punk dan tidak lama, Didit masuk mengisi posisi gitar.
Sebelum berganti nama menjadi The Pruxx, Freeman sudah mulai menjajaki panggung-panggung kolektif kecil di Bandung dan Jakarta. Setelah hamper setahun lebih, berkutat menjadi grup musik cover punk rock 70-90an, diputuskanlah sudah saatnya mereka mebuat karya musik sendiri. Mulai dari sinilah, proses pendewasaan musik dari keempat pemuda ini diasah. Begitu juga resminya mereka berganti nama menjadi The Pruxx, karna nama Freeman sendiri, sudah menjadi hak cipta band asal Amerika.
Seakan sudah muak dengan nihilisme yang diusung musik punk. The Pruxx mulai berbagai macam jenis alira musik lain seperrti, hard rock, blues rock, heavy metal, hippies occult rock, acid rock, yang pada akhirnya menghasilkan 12 lagu yang memiliki dimensi dan ruang waktu yang berbeda di tiap tracknya. Dan pada akhir September 2014, 12 demo lagu tersebut resmi dilepaskan ke khalayak, khususnya kepada mereka yang memang mau mendengarkan musik The Pruxx. Ke-12 demo lagu ini adalah murni self-producing dari The Pruxx sendiri dari proses recording, mixing hingga mastering.

Secara keseluruhan 12 demo lagu dari The Pruxx ini adalah hasil fusion dari berbagai genre yang telah mereka geluti selama ini. Dimulai dari “Freeman For Sale” dan “Sing It Loud” yang mengingatkan pendengar akan riff-riff ringan ala The Beatles pada fase awal, Elvis Presley ataupun The Clash sampai “No Fuzz” dan “Mixdown 7” yang cukup kental dengan pengaruh hard rock/heavy metal di era 70an yang tersamatkan pada band-band legendaris seperti Black Sabbath dan Led Zeppelin.
Dari ke-12 demo lagu tersebut The Pruxx mungkin akan cukup sulit untuk dikategorisasikan kedalam satu jenis varian/genre musik tertentu. Namun dari situlah The Pruxx tidak pernah membatasi diri mereka untuk mengeksplorasi musik ke tingkat selanjutnya.
Soundcloud :
Social Media :
Twitter : @ThePruxx
Instagram : @thepruxx
E-mail :
thepruxx@gmail.com / pattas.patar@gmail.com
Contact Person :
+62 856-2473-9446 (Galang), +62 853-1414-7373 (Pattas)
Oleh: Karel
Foto: The Pruxx Docs.
Comments (0)