Rotasi, Pijatan, dan Sebuah Biola Oriental
Tiga kata di judul atas bila disatukan, maka jadilah sebuah instrumen musik bernama The Kaisatsuko. Instrumen aneh ini diciptakan oleh musisi asal Tokyo, Jepang bernama Yuichi Onoue. Sedikit diintip struktur bentuknya, mirip dengan biola khas benua Asia, seperti Mongolian Morin Khuur atau Tuvan Igil. Kemiripan bentuk dengan alat musik gesek tradisional Asia lainnya hanya berbatas bentuk saja, karna The Kaistsuko tidak menggunakan bow atau alat gesek umumnya untuk memainkan dua senar yang terdapat di alat musik ini. Malahan, untuk bias memainkannya, atau membunyikan, sebuah alat putar mirip dengan pemutar besi gramophone yang bentuknya lebih kecil dipasangkan disini. Kebayang enggak? Kalian maennin musik ini kaya mau dengerin mainan musik hadiah waktu kecil dulu.
Alat putar tadi, fungsinya untuk menggetarkan dua senar baja, yang menghasilkan suara – suara drone atau gemuruh sampai dengungan mirip lebah. Sudah cukup aneh ?.
Tungkai putar yang sudah ditemukan sejak abad 11 ini, selain berfungsi menjadi alat getar, fungsi lainnya mirip dengan bow. Hanya yang mebedakan bentuknya saja. Agak mirip - miriplah dengan alat music aneh lainnya Hurdy Gurdy yang sudah sebelumnya pernah kami bahas.
Penasaran bagaimana bunyinya?
Intip di video di bawah ini coklatfriends:
Youtube Channel :
Jangan lupa cek website nya
http://torigoya.main.jp/en_index.html
Sumber : http://www.oddmusic.com/gallery/om20000.html
Photos : http://www.oddmusic.com/gallery/om20000.html & http://torigoya.main.jp/en_index.html
Comments (0)