Rozensky, Mainkan Folk Dengan Sebotol Bir

Rozensky, Mainkan Folk Dengan Sebotol Bir

Rozensky adalah sebuah proyek solo dari satu representasi hidup nyata yang dikombinasikan melalui lirik dan musik. Terbentuk dari seorang lelaki penyuka zat pilsener bernama Ovick Rozensky (ex-Goodbye Lenin), yang enggan melupakan sejarah pada saat belajar hidup di dunia yang penuh kungkungan. Cinta, kasih sayang, ketenangan, amarah, dan bijaksana telah membentuk menjadi takaran emosional pada sebuah lirik dan musik. Menjadi lagi yang sama sekali tidak berniat untuk menciptakan kontradiksi diantara aku, kamu, kalian, mereka yang menjadi khalayak pendengar dan penikmat di waktu senggang.

Seorang Ovick menciptakan sebuah fenomena yang tidak bisa melupakan pengalaman hidup. Penciptaan karya ini dibentuk saat waktu menunjukkan 20 Desember  2009, dimana masa itu adalah masa yang penuh cinta, gairah dalam imaginasi dirinya. Proses yang cukup panjang juga dilalui untuk merampungkan EP album "Sepasang Pemabuk di Era Globalisasi". “Karena saya ingin menjadi musisi yang mempunyai nilai dan tidak dilupakan, sekuat tenaga akhirnya EP rampung dengan hasil tabungan yang saya pecahkan dari celengan selama lima tahun hasil kerja keras sebagai wartawan yang dipecat karena alasan artikel berita yang membocorkan korupsi pejabat negara.”, tutur lelaki lulusan jurusan Jurnalistik Unisba (Universitas Islma Bandung) ini ketika dihubungi via pesan singkat, Selasa (9/12). 

Secara warna musik Rozensky sendiri mengkombinasikan esensi dari musik folk dengan berbagai referensi dari macam-macam film seperti Warkop DKI, Benyamin S, Good Father, Pink Panther, Siberian Education, serta tegukan-tegukan bir yang selama ini diminum di kala sore menjelang pergantian waktu. “Saya lahir dari gelombang kosong, berusaha menjadi Rozensky yang tidak melupakan identitas diri sebagai musisi Indonesia yang bangga pada bahasa Indonesia, bangga pada keindahan Tanah Air, bangga pada keluarga, bangga pada kamu, kalian, mereka, dan para audiens yang mendengarkan.”, sambungnya kembali

Dalam EP "Sepasang Pemabuk di Era Globalisasi" ini, Ovick berharap dunia ini penuh dengan cinta, kedamaian, dan tidak ada rusuh di saat sedang menenggak bir.  

Dalam aksinya proyek solo yang cukup nyentrik ini Ovick pun dibantu oleh para musisi additional. Mulai dari Naya (contra bass) dari komunitas Jazz di Bandung, Ibrahim Adi (gitar) dari band eksperimental etnik Flukeminimix, Suhe (gitar) ex gitaris Gelombang Kosong, Kang Eot (gitar akustik), Nesya, Radit, dan Lora  (Sello) dari mahasiswa seni UPI, Gaya Baya (cajon) dari Mr Sonjaya, dan backing vocal yang diisi oleh paduan suara mahasiswa (PASUMA) dari Unisba.

Dalam waktu dekat ini Rozensky sedang mengupayakan singlenya bertitel "Seteguk Bintang" dijadikan jingle sebuah perusahaan bir ternama Indonesia. Bila berhasil, tembusan dana tersebut akan dijadikan modal untuk pre-lauching yang diadakan tahun depan. Kita doakan saja akan perjuangan dari seorang penenggak bir yang penuh romansa akan problematika hidup ini  Salam seteguk bir dari Rozensky!

Contact:

Ovick Rozensky (089678666244)

www.facebook.com/pages/rozensky

www.twitter.com/rozensky1

Email : ovickrozensky@gmail.com

Foto : Rozensky Docs.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner