Rumah Sakit : “Kita Ingin Menjadikan Rumah Sakit Sebagai Sebuah Merk/Brand”

Rumah Sakit : “Kita Ingin Menjadikan Rumah Sakit Sebagai Sebuah Merk/Brand”

“jadi meskipun nantinya Rumah Sakit diisi sama orang yang berbeda ya namanya tetap Rumah Sakit”, ujar sang drumer, Fadli.

Menjalani 25 tahun perjalanan dalam bermusik, band Rumah Sakit bisa dibilang salah satu band pionir di ranah musik independen di Indonesia. Pernah begitu besar pada era Poster Cafe di Jakarta, nama Rumah Sakit kemudian menjadi begitu identik dengan scene musik indie pop, lewat lagu-lagunya yang bisa dikatakan memorable dan punya kekhasan musiknya sendiri, tertutama lewat vokalis mereka, Andri Lemes.

Namun seiring berjalannya waktu, Rumah Sakit mengalami satu hal yang bisa dibilang cukup banyak dirasakan banyak band lainnya, ketika vokalis mereka memilih mengundurkan diri karena punya visi lain dalam hidupnya (untuk hal ini Andri memilih untuk belajar lebih dalam tentang agama, dan meninggalkan dunia musik).

Tidak ingin berhenti, personil yang lain memilih melanjutkan Rumah Sakit dengan vokalis barunya, yakni Arief. Ditemui disela-sela syuting DCDC Musikkita, sang gitaris, Marky menuturkan jika satu perbedaan yang cukup kentara antara Andri dan Arif terdapapat pada warna vokal mereka, di mana menurutnya Arief punya range vokal yang lebih lebar. “dari selera musiknya juga kayaknya hampir 180 derajat berbeda dengan vokalis Rumah Sakit yang dulu. Jadi emang pergantian vokalis ini pengaruhnya agak besar ”, ujarnya.

Meneruskan dengan apa yang dibilang Monti tentang perbedaan yang terbilang besar di karakter musik Rumah Sakit, hal ini kemudian berbanding lurus dengan warna musik yang mereka hasilkan dengan vokalis barunya. Disinggung soal ini sang kibordis, Mickey menjelaskan jika hal tersebut lebih kepada eksplorasi Rumah Sakit yang disebutnya memang tidak pernah mau memainkan musik yang sama. “dari album pertama sampai album kedua pun sebenarnya warna musik kita beda. Jadi kita setiap membuat musik tuh eksplorasi sesuatu yang baru lah. Ga pernah stay in the same box”, ujarnya.

Seperti yang ditulis sebelumnya, Rumah Sakit menjadi kadung identik dengan scene yang berkembang di Poster Cafe Jakarta. Hal tersebut kemudian menurut Marky menjadi satu hal berbeda jika dibanding scene musik indie pop hari ini, yang terbilang sudah tidak berpusat pada satu tempat tongkrongan. “dulu sih ga hanya scene indie pop saja, tapi semua genre musik bikin acara hampir setiap minggu di Poster Cafe. Kalo sekarang sih kayaknya anak-anak indie lebih masing-masing bikin acara, jadi ga berpusat di satu tempat tongkrongan saja”, ujarnya.

Seperempat abad bermusik kemudian Rumah Sakit dihadapkan pada satu pertanyaan tentang akan seperti apa Rumah Sakit 25 tahun mendatang. Menjawab pertanyaan ini, sang drummer, Fadli mengatakan jika Rumah Sakit ingin dijadikan sebuah brand yang bisa berumur panjang. “jadi meskipun nantinya Rumah Sakit diisi sama orang yang berbeda ya namanya tetap Rumah Sakit”, ujarnya. Satu hal yang kemudian ditimpali olah Marky jika dengan masuknya Arief, yang terbilang paling muda diantara personil lainnya merupakan bentuk regenerasi dari Rumah Sakit. “kita juga sebenarnya ini generasi kedua, karena formasi asli Rumah Sakit itu udah ngga ada”, ujar Marky menutup wawancara.

BACA JUGA - Menilik Sensibilitas Vira Talisa Dalam Berkarya

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner