Salah Satu Pembangkit Musik Emo Untuk Berjaya Kembali, Sunrise
Musikalitas seperti apa yang kalian tonjolkan di album ini ?
Sebanrnya kita mainin breakdown post-hardcore sih kalau secara musikalitas dan kita nggak terlalu terpatok disitu juga. Tapi kita lebih menyuarakan dari segi lirik. Karena menurut kita musik emotional love song semacam ini, tombak utamanya itu memang dari segi lirik. Gimana cara mengemasnya dan diterima oleh kalangan yang mendengarkannya. Sama materinya disini kita bikin lebih light dari segi kemasannya, nggak pakai unsur musik yang aneh-aneh sih. Beda dengan EP kita dulu, yang musiknya banyak pakai instrument elektronik atau synthesizer gitu.
Sebenarnya materi kalian masuk banget mungkin ya di kuping banyak orang dengan musik Emo ini. Tapi kenapa kalian masih mainin musik kayak gini di era sekarang, sedangkan musik kaya gini trend-nya udah lewat di Indonesia ?
Ngeflow aja sih, karena tiba-tiba terbentuk karakternya kayak gini. Di musik Sunrise ini kita ngegabungin beberapa influens dari lima personil kita. Memang, semuanya sama-sama Emo, tapi influens band yang didengerin beda-beda. Tapi Candra pas tahun 2014 sempat ngobrol, dia mau bikin materi musik yang kayak Sunrise sekarang ini. Soalnya kita pikir, kalau masalah trend itu bakal terus berputar kayak roda, dan ketika trend ini mulai naik kita jadi yang pertama untuk musik semacam ini kembali. Sempat dulu, pas kita mengkampanyekan tagar #MakeEmoGreatAgain sama tagar #emo pihak label kita minta kita tidak memakai itu. Karena mungkin menurut dia di era 2014-2015 kalau masih pake hastag ini kesannya norak dan udah lewat, tapi kita tetap aja pakai itu sampai sekarang dan terbukti kita memang membuat emo kembali baik. Dari beberapa acara musik kita sering main, sampai ada acara yang memang khusus untuk emo-pun pernah kita dipercayai untuk tampil disana. Dampaknya pun kerasa banget, kayak misalkan kita main di luar kota, terus tiba-tiba besoknya ada yang ngabarin ke kita merasa ter-influens dengan Sunrise. Bahkan teman dekat kita sendiri pun ada yang seperti itu. Nggak nyangka aja sih kita bisa se-influens itu ke banyak orang.
Apa alasan kalian meneyerukan kampanye #MakeEmoGreatAgain ?
Kita mau me-rebranding Emo yang sudah dicoreng gitu sih, yang terkesan alay atau norak di banyak orang. Sekaligus sambil mengedukasi ke orang-orang bahwa Emo nggak se-kampungan yang mereka bayangkan. Mulai dari musik, dandanan sampai hal-hal yang mendetil tentang Emo kita susun banget strateginya. Dan ternyata works banget. Kalau Sunrise main di satu acara, yang tontonin kita orang-orang yang dandannya rapi dan prepare bangetlah. Tapi Emo yang kita mainin nggak jaman dulu banget, kita tetap menyesuaikannya denga era jaman sekarang.
Comments (1)