Salah Satu Pembangkit Musik Emo Untuk Berjaya Kembali, Sunrise
Ditemui dalam sesi interview, Sunrise menyatakan bahwa mereka memang membuat strategi untuk musik Emo yang trend seperti dulu, kembali berjaya di era milenialnya Indonesia sekarang.
Setiap musik mempunyai trend atau kata lain dari fase kejayaannya di beberapa kurun waktu. Seperti halnya bak virus yang mudah tertular di beberapa pihak, Emo sempat menduduki peringkat populer di kalangan anak bangsa pada 10-13 tahun kebelakang oleh beberapa grup musik yang mengadopsi partitur musik dari negeri barat. Fase ini tak luput menyita pro dan kontra pada masa itu, terkait tatanan rambut bergaya harajuku atau lirik serta musiknya yang menyuarakan tema putus cinta. Bahkan tak sedikit juga memang diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Sampai pada akhirnya mulai sirna oleh pergantian fase musik yang kian berubah dari masa ke masa. Walau demikian, Emo masih ada pendengarnya di era sekarang.
Melihat kontroversi terkait musik Emo beserta perihal yang ada didalamnya. Sunrise hadir, dan mengkampanyekan sebuah tagar selepas album pertamanya S/t muncul diperadaban, yaitu ; #MakeEmoGreatAgain yang bertujuan untuk mengembalikan masa kejayaan Emo di era milenial saat ini. Khususnya di Indonesia. Lewat tagar tersebut lima personil Sunrise yang beranggotakan Adri (vokal), Chandra (gitar/vokal), Putra (drum), Arie (bass), dan Ami (gitar) ini. Menyiasati sekaligus mengedukasi pada pendengarnya bahwa, Emo tidak melulu di pandang sebelah mata lewat musikalitasnya yang mumpuni serta lirik yang dituliskan dengan jujur oleh tiap personil didalamnya.
Comments (1)