SAMSON, SI KOLEKTOR VINYL
Vinyl sedang mengalami masa kebangkitannya, saat ini bahkan mengoleksi vinyl mulai menjadi tren bagi beberapa kalangan. Terlihat dari perkembangannya beberapa tahun terakhir, barang yang cukup langka ini mulai banyak diminati.
Sama seperti yang dilakukan oleh Samson, pemuda yang berprofesi sebagai seorang wirausaha ini gemar mengoleksi vinyl sejak Tahun 2010. Sam, begitu sapaan akrabnya, mengaku awalnya ia tertarik karena melihat piringan hitam milik ayahnya. “artwork-nya keren, begitu disetel kualitasnya oke, collectible banget” ucapnya.
Jumlah koleksinya pun terhitung banyak, melebihi dua ribu keping. Berawal dari kegemarannya untuk digging, koleksinya kian lama kian membludak, dan hingga saat ini tidak terhitung lagi jumlahnya.
Tidak tanggung-tanggung, berbagai tempat ia singgahi satu per satu, dari mulai Jalan Surabaya, Blok M, Taman Puring, Pasar Jumat, hingga tempat-tempat di luar Jakarta seperti Bandung, Jogja, Semarang bahkan yang terjauh Hongkong. Tidak jarang ia mendapatkan vinyl dari internet. Selain itu Samson juga mengakui bahwa beberapa vinyl koleksinya didapat dari hibahan.
Pria yang seminggu sekali digging ini menjelaskan beberapa koleksi favoritnya, ia lebih menyukai piringan musisi Indonesia. “Salah satu favorit gue adalah rhythm volume 1”. Walaupun sudah memiliki ribuan piringan, Sam masih mencari beberapa vinyl incarannya. Salah satu yang dicari adalah Eka Djaja combo 12 Remaco Records.
Ditanya mengenai piringan hitam yang mulai dilirik dan digemari kembali, Sam pun menyetujuinya. Menurutnya dua tahun belakangan tren mengoleksi vinyl mulai berkembang. Efeknya? Harga piringan hitam semakin mahal karena peminatnya pun mulai banyak. Tapi ia tidak menganggapnya sebagai suatu masalah, justru dengan berkembangnya tren ini band lokal banyak yang mulai merilis vinyl. Di eropa, CD sudah kurang diminati dan banyak yang memilih vinyl atau download, tegasnya.



Comments (1)