SAS, Surabaya Hard-Rock Legend

SAS, Surabaya Hard-Rock Legend

Grup musik SAS didirikan pada akhir 1975 dan beranggotakan : Soenata Tanjung (gitar), Syech Abidin (drum), Arthur Kaunang (bass, & vocal, ayah dari Tessa Kaunang ). Nama grup ini adalah akronim depan nama masing-masing anggotanya.

Band bergenre Heavy Blues ini sebelumnya berawal dari grup AKA (singkatan dari Apotek Kali Asin), yang melejitkan frontman mereka Ucok Harahap. Ucok Harahap identik dengan seni teatrikal dalam setiap pertunjukannya, mulai dari masuk peti mati, aksi bakar bakaran, digantung atau gantung diri sampai bawa motor keatas panggung dan yang paling serem, adegan minum darah binatang.

Sedikit mirip dengan gaya band Art Rock dekade 1970-an. Namun setelah lama melintang dan menggetarkan panggung Rock di Nusantara, Pada Tanggal 7 Agustus 1975 di Jakarta, Ucok membuat solo project yg beliau namakan Ucok and His Gangs (Uhisga), yang lebih bergerak dalam  bidang pertunjukan musik, model, dan Seni tari. Ucok  pun semakin sibuk dan kehidupannya sebagai musisi dan artis ternama pada saat itu berubah menjadi lebih glamour, tidak lagi seperti ketika masih menjadi vokalis AKA.

Soenata, Arthur, dan Syech Abidin akhirnya memutuskan untuk memecat Ucok lalu mengganti nama AKA menjadi SAS pada akhir  Desember tahun 1975. Disinilah dimulainya perjalanan karir mereka sebagai trio Hard Heavy Blues Rock dimana hanya  dalam dua pekan  saja sejak dibentuknya SAS, mereka mendapat acungan jempol  dan tepuk tanga  riuh dari 15 ribu penonton di Taman Ria Monas. Sebulan berikutnya SAS tampil dalam acara bertajuk Duel Hard Rock 76 di Istora Senayan dengan grup rock papan atas Indonesia asal Bandung, Giant Step dengan frontman mereka yang flamboyan dan karismatik Benny Soebardja. Sejak saat itu, nama SAS yang lebih mengutamakan kekompakan ketiga personelnya, mulai meroket dan mendapatkan tempat di hati para pencinta musik rock tanah air. Album pertama SAS, "Baby Rock", yang diluncurkan pada 1976, sangat kental dengan pengaruh British Rock.

Akan tetapi sejak tahun 1994, aktivitas musik SAS mati suri. Salah satu penyebabnya adalah karena Soenata Tandjung memutuskan berhenti menjadi Rocker dan hingar bingar panggung musik Rock dan beralih profesi menjadi seorang penginjil. Menurut pengakuan Arthur Kaunang yang seorang gitaris Kidal, SAS (dan juga AKA) secara resmi belum bubar. "Apalagi penggemar kami masih banyak," kata Arthur. Namun sepeninggal Ucok Harahap pada 3 Desember 2009 di Surabaya, AKA akan kesulitan tampil tanpa frontman yang sudah membesarkan nama mereka, beda halnya dengan SAS yang mungkin saja konser reuni mereka dapat terwujud sebagai ajang pembuktian eksistensi dan taring daripada para Rock Legend Indonesia. Semoga..

Discography :

Album
Baby Rock (1976)
Bad Shock (1976)
SAS Vol. III (1977)
Lapar (1977)
Sentuhan Cinta (1978)
Exception (1978)
Kasmaran (1979)
SAS (1980)
SAS (1981)
Sanskerta (1984)
Episode Jingga (1986)
Sirkuit (1987)
Metal Baja (1993)
The Best Of SAS
SAS 20 Golden Hits

dari berbagai sumber

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner