Selekta Pop: Cipta Nada Perjalanan Dua Dekade Club Eighties
Konsep humor di luar pikiran akal sehat orang awam. Shooting-nya menggunakan kamera film 35mm, dengan tata busana paling gemas nan yahud. Referensi make up-nya datang dari waria-waria yang sering mangkal di Kali Jodo. Sedangkan kostumnya, buah insprirasi yang bersumber dari persekutuan antara pemain organ tunggal dan guru olah raga. Terkesan kampungan dan murahan. Tetapi, kategori Best Instrumental AMI Award tahun 2003-2004 disabe Club Eighties via video musik "Selekta Pop" ini.
Aksi panggung Club Eighties pun dinilai “gila”. Para personilnya senang membuat ulah, salah satunya ketika Club Eighties sempat terkena masalah karena Vincent manggung telanjang di pensi SMU Tarakanita. Ciri khas yang terus konsisten dituangkan melalui karya-karya Club Eighties selanjutnya, baik musik, aksi panggung dan video-video kocak tapi nyeni mereka. Club Eighties mampu menyedot perhatian berbagai kalangan, terutama anak muda yang sedang bosan didera musik Melayu.
“Karena memang dari pertama kali Club Eighties bertekad ini band nggak total '80-an. Influence dari lagu-lagu yang baru dibungkus dengan nuansa '80-an,” ujar Vincent. “Belum punya duit saat itu masih baru-baru,” canda Lembuーperaih penghargaan Bronze dari Adicipta Pariwara 2005 ini.
Sebelum itupun, di tahun 2002, video musik besutan sutradara warga negara asing yang sedang indekos di kawasan Senen dan bertahun-tahun menimba ilmu di IKJ, bernama Platoon Theodorisーmenjadikannya tajam melihat celah budaya yang ada di Indonesia ketika ituーide gilanya kemudian disepakati oleh seluruh personil Club Eighties. Lewat "Gejolak Kawula Muda", video musik tersebut meraih Best Video Music of the Year 2002 dari MTV Indonesia. Bahkan, Club Eighties mendapat tawaran untuk membuat satu program TV sendiri, “Etis Gak Eighties”.
“Kita sudah jadi keluarga besar, ada player-nya, tim manajemennya, kru, ada Dharma Wanita (pacar personelnya). Kita berharap nanti ada satu aggota baru lagi yaitu anak-anaknya Club Eighties. Kalau kita bisa sampai tua hidup dari Club Eighties, kenapa tidak? Semoga bisa hingga akhir masa,” ujar Cliff dengan bijak.
Comments (0)