Sentuhan Magis di #FarewellTour2017 The Sigit x Devil Electric

Sentuhan Magis di #FarewellTour2017 The Sigit x Devil Electric

Jeda tak membuat penonton surut secara emosi. Aksi yang ditunggu-tunggu pun hadir dengan "Detourne" sebagai pembuka. Ada hal yang mengejutkan bagi saya selaku fans garis keras Rekti Cs ini. Mereka menyajikan lagu-lagu dari album Visible Idea Of Perfection dengan apik dan aransemen yang sedikit berbeda. Bisa dibilang penggabungan dua musikalitas dari album mereka hadir pada malam itu dan mengingatkan saya dengan konser mereka di tahun 2006 silam.

"Save Me", "Horse", "Let It Go", dan hampir semua lagu di album pertama mereka sikat. Sentuhan instrumen synthesizer dan efek-efek dari riff gitar seolah menjadi daya magis pada malam itu. Dalam gigs malam itu, hadir pula Marshella Safitra (Sarasvati/Mooner) yang bernyanyi di lagu "Owl & Wolf". Lagu yang jarang dibawakan ini berhasil membuat penonton sedikit menghela nafas. Selain itu, Absar Lebeh (The Slave/Mooner) pun turut ambil peran di sepanjang penampilan The Sigit dengan sayatan gitarnya.

Ada dua ending yang biasanya disajikan pada setiap penampilan mereka, yaitu mengakhiri aksinya dengan "Clove Doper" atau "Black Amplifier". Ternyata, kebiasaan tersebut tidak hadir pada malam itu. Di lagu yang katanya "terakhir", punggawa The Sigit memanggil personil Devil Electric untuk naik lagi ke panggung dan berkolaborasi. Paduan antara musik dua benua ini dimainkan dengan mulus, rapi, namun tetap catchy dan rough.

Panggung tiba-tiba black-out, dan band yang terbentuk sejak bangku sekolah ini kembali menghajar lagu lagu dari album pertamanya sekaligus membuat penonton yang awalnya mengira pertunjukan sudah habis kembali ke dalam venue. Pertunjukan apik, crowd tanpa barikade menjadi chaos di lagu "Clove Doper" sebagai penutupnya.

"Semoga dengan adanya acara ini, semakin banyak band indonesia yang main di Australia, dan banyak juga band Australia yang mau menjajal panggung Indonesia," penutup dari Rekti malam itu.

Satu hal yang membuat saya takjub selain performa dua band rock ini adalah adalah visualisasi yang disajikan oleh VJ dari tim The Sigit. Suasana dark aged dan psychedelic mewarnai sepanjang acara, seolah menjadi bumbu penting yang membuat gigs malam itu pecah sekaligus penutup tur yang berkesan bagi Devil Electric.

BACA JUGA - Lautan Insurgent Army Akan Segera Muncul Dalam Waktu Dekat

Foto : Rey Donar
Penulis & fotografer merupakan bagian dari member Insurgent Army Mother Chapter (Bandung)

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner