Sepintas Beberapa Grup Musik Post-Punk Dari Nusantara Saat ini
Dari Joy Division sampai Bauhaus memang telah menjadi prioritas penting untuk ranah jenis musik rock yang satu ini. Bahkan telah bisa membuat segelintir pemuda Indonesia saat ini, untuk mengikuti jejak musik mereka.
Ditengah maraknya pergerakan punk di era 70-an silam, Post-Punk muncul sebagai warna musik baru pada saat itu. Menurut Wikipedia, selain muncul pada medio 70-an, aliran musik berbasi rock yang dikenal dengan ciri khas kegelapan itu awal mulanya diprakarsai oleh beberapa penggiat musik yang banyak mengadopsi kepekaan avant-garde yang berbasi eksperimental. Selain kegelapan, tatanan musik pada Post-Punk juga banyak mengadopsi beberapa unsur musik lain. Seperti misalnya disko, funk, gotik dan lain sebagainya yang kesemuanya itu terinspirasi dari tekad etos DIY (do it yourself).
Beberapa grup yang cukup fenomenal telah membawa pengaruh cukup baik untuk aliran Post-Punk, bahkan sampai saat ini masih terus dikenang. Sebut saja seperti era awal The Cure, Joy Division, Siouxsie and Banshees, Bauhaus dan lain sebagainya yang tak mungkin selebihny disebutkan satu persatu. Dari masa ke masa, ranah musik ini terus dikembangkan sampai tersebar kebeberapa negara, termasuk Indonesia dengan sebutan Nusantaranya. Tak tahu pasti kapan jenis musik ini masuk ke Indonesia, tapi kalau untuk perihal musik avant-garde memang telah dimainkan sejak tahun 70-an oleh beberapa musisi. Contohnya seperti Harry Roesli dan bentukan grup musik bernama Guruh Gipsy. Sampai akhirnya terus bergulir dari masa ke masa, tepatnya memasuki era milenial sekarang atau sering disebutkan dengan istilah ‘Jaman Now’. Pelaku musik muda turut memamerkan berbagai grup Post-Punk mereka di tanah air, yang bisa dikatakan kemunculan mereka seperti mengikuti jejak perjalanan musik dari era Joy Division sampai Bauhaus.
Dari beberapa band Post-Punk yang dimunculkan saat ini di Indonesia, saya memilih lima grup musik yang kesemuanya bersifat subyektif. Mulai dari kakakteristik musiknya dan masa aktif grup musiknya. Karena mau bagaimanapun untuk perihal masa aktif, band beraliran musik semacam ini bukanlah sebuah konsumerisme yang dapat dinikmati oleh berbagai pihak, melainkan hanya segelintir penikmat saja. Maka, tak dapat dipungkiri bila keberadaan mereka tak bisa diprediksi dapat bertahan dalam jangka panjang. Diluar itu, sebenarnya masih banyak beberapa grup Post-Punk yang ingin saya sebutkan, tapi itu sangat tidak mungkin dan saya memang tidak mau menyebutkannya.
Berikut lima band Post-Punk yang menurut saya mempunyai karakteristik mumpuni serta masih aktif, bahkan beberapa diantarany baru mengeluarkan rilisan fisiknya.
Comments (0)