Seruling Kematian Suku Aztec
Suku Aztec dan Maya, adalah suku kuno yang dikenal luas memiliki peradaban paling maju, dengan penemuan canggih pada jamannya. Dibekali kebudayaan yang luar biasa itulah, peninggalan-peninggalan bersejarah dari suku Aztec & Maya menjadi incaran para ahli arkeolog dari seluruh dunia, untuk mengungkap satu kaum kuno yang sangat pintar, namun secara misterius hilang begitu saja dari peradaban di dunia dalam sekejap.
Salah satunya adalah seorang arkeolog bernama Roberto Velazquez, yang bertahun-tahun melakukan riset, dan mencoba mendalami kehidupan dari suku Aztec & Maya kuno. Roberto menemukan banyak sekali sisa-sisa peluit-peluit berbentuk aneh dan mengerikan di situs purbakala peninggalan suku Aztec & Maya yang tersebar di Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Roberto membuat ulang atau mereplikan peluit-peluit tersebut dan mengatakan bahwa peluit itu biasanya digunakan untuk mengabarkan berita kematian, eksekusi mati atau pengorbanan manusia untuk dewa-dewa. Peluit yang berusia beberapa abad ini disebut Roberto sebagai “Whistles of Death” atau “Peluit Kematian”. Instrumen ini sangat erat kaitannya dengan segala sesuatu yang berbau kematian, dan oleh suku Aztec & Maya, alat musik ini dijadikan sebagai pengiring upacara ritual.
Bentuk dari seruling ini, layaknya namanya, berbentuk seperti tengkorak manusia, yang terbuat dari kayu, bahkan beberap ditemukan, kepala asli atau bagian tulang seseorang menjadi bahan utamanya. Dari aspek suara, seruling kematian menghasilkan suara yang nyaring, tajam, menyeramkan, tidak enak untuk didengar, dan beraura mistik yang sangat melengking. Seakan-akan, kematian sudah sangata dekat di ujung rambut.
Selain digunakan sebagai instrumen pengiring ritual, seruling kematian juga digunakan sebagai alat penanda perang, dan konon dapat membantu mengobati mereka yang terluka. Suara yang tidak menyenangkan untuk didengar, oleh musuh dari suku Aztec & Maya, karna dianggap sebagai suatu bunyi yang menakutkan, membuat mereka berteriak, paranoid, seperti kesurupan, dan lari terbirit-birit sambil berteriak sekencang mungkin.
Suara-suara dalam video yang ditampilkan hasil replika dari Roberto Velasquez, untuk suara asli dari Seruling Kematian, Tetap misteri sebenarnya sampai saat ini.

Dari berbagai sumber
Foto :
www.mexicolore.co.uk (Roberto Velazquez with a death whistle on right pic )
skullsproject.wordpress.com ( Xavier Quijas Yxayotl with death whistles on leftbelow pic)
Comments (0)