Seuntai Kisah Tentang Sang Swara

Seuntai Kisah Tentang Sang Swara

by: Bobby Agung Prasetyo

Tanggal 20 agustus 2008, di daerah Besito Gebog, Kabupaten Kudus, Ommie Monthie bertemu dengan sobat lamanya, Si Laneno NN. Mereka bersekutu kemudian saling berharap agar dapat membuat satu Komunitas Musik Sastra. Ya, hanya sebatas pengoptimalan alat-alat musik sederhana yang nadanya acapkali didengar di daerah masing-masing, misalnya gitar akustik, rebana, seruling, maracas dan lain-lain. Gayung bersambut mereka akhirnya bertemu dengan Dian, Coco, Arpien, Topixs, Ayik, Aang, Adit dan Revo, yang mengangankan hal yang sama. Sebuah bangunan musik yang mengedepankan sihir kata jadi panglima.

Bentuk, nada dan ritmis lagu Komunitas Sang Swara ini sangat sederhana. Seringkali diangkat dari kejadian hidup sehari-hari, maupun diambilkan dari cerita sejarah. Selain lagu karya sendiri seperti: Rindu cahaya, Bunga Bangkai, Kalinyamat, Aku Harus, Dimana Jawab, Dulur SIkep, Gembelisasi Global, Nusantara, Memakilah Nak, Komunitas Sang Swara ini pun membuat lagu yang diambil dari puisi salah satu penyair Kudus, yakni Mas Jumari HS yang berjudul “Aku Tak Ingin”. Sebuah bentuk penghargaan  kepada penyair Kudus tentunya, selain karena isi puisi tersebut mempunyai daya pikat tinggi.

Seperti kelompok musik lainnya, Komunitas Sang Swara pun mengalami pasang surut. Satu dinamika hidup yang niscaya terjadi. Hingga sebagian anggota Sang Swara akhirnya terbang untuk menjalani rutinas hidup. Ada yang tersebar di kota lainnya, ada pula yang tenggelam dalam deburan kerja. Namun semangat tak boleh padam, "Komunitas Sang Swar"a pun  bertemu dengan Wafik Kyuda, Anta, Agga dan Bung Gipong. Semangat baru inilah yang menjadi suntikan segar. Hingga pergulatan demi pergulatan, keriangan pun pisuh-pisuhan menjadi satu bentuk lepas-tangkap kasih sayang. Dan tak terasa berkembanglah menjadi 12 lagu karya sendiri.

"Sang Swara", hingga saat ini terus berproses dan mengadakan pementasan-pementasan baik tunggal, sebagai pengisi acara maupun lintas kota. Sampai sekarang ini, kami sudah menggarap lebih dari 30 komposisi musik yang syairnya diambil dari puisi, baik dari ciptaan sendiri maupun kami ambil dari ciptaan para penyair -penyair lain.

 

*diolah dari berbagai sumber

foto: net

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner