Shoegaze, Suka Cita Kesepian "II"...Tidak Akan Pernah Tamat...
......Mendengarkan musik-musik shoegaze seolah-olah musik tersebut mengajak alam bawah sadar kita untuk bermain-main dengan kegalauan. Bahkan terkadang secara laten mengajak pendengarnya untuk membunuh dirinya sendiri. Membaca aliran musik ini dengan mendengarkan suara-suara yang dihasilkan, kita bisa mendapat sebuah pengertian bahwa antara kebahagiaan dan kesedihan bisa bertemu pada satu titik, dan shoegaze menjadi titik temu dua perasaan yang kontradiktif tersebut.

Ketika punk menghembuskan nafas kebebasan dalam warna musiknya, shoegaze menggambar perayaan kesepian secara meriah didalam musikalitasnya. musik-musik yang sebenarnya riang dan mampu membawa khayalan kita kepada sebuah perasaan yang sangat membahagiakan, dikemas dalam suasana yang galau, gelap, cemas dan sebenarnya menakutkan.











Mungkin perasaan itulah yang dirasakan oleh para pemusik shoegaze, ketika diatas panggung mereka seolah sedang kesepian, padahal mereka sedang merayakannya dengan suka cita.
[ band shoegaze dari awal dikenal aliran ini : My Bloody Valentine, Cocteau Twins, The Jesus And Mary Chain, Chapterhouse, Ride, Slowdive, Swervedriver, Adorable, Kitchens Of Distinction, Lush, Pale Saints, Catherine Wheels, Yo La Tengo, A Place To Bury Strangers, Moose Air Formation, Blind Mr. Jones, Drop Nineteens, Revolver, The Verve(1st and 2nd Album) The Boo Radleys, Alcest, Asobi Seksu, Ringo Deathstar. The Pains Of Being Pure At Hearts, Galaxie 500, The Daysleepers.
Indonesia : The Milo, JellyBelly, Perfect Angel, NoisesbyGap, Lazysofia, Intenna, Treasure Hiding, Sharespring, Whistlerpost, My Violaine Morning, dan masih banyak lagi yang tidak bias disebutkan satu persatu.]
Foto : Istimewa
Comments (0)