Simbiosis Mutualisme Dalam Kolaborasi Karya Musisi Indie

Simbiosis Mutualisme Dalam Kolaborasi Karya Musisi Indie

Kita buat ini jadi sederhana dengan kalimat “ini lagu baru dari band kami, yang klipnya dibuat oleh si A. Silahkan disimak, dan kalau ada yang mau buat klip keren seperti klip kami ini, bisa menghubungi si A ya”. Apresiasi si A dengan musik yang dibawakan oleh si band, mendorongnya membuatkan sebuah klip untuk si band tersebut, dan apresiasi si band dengan apa yang dibuat oleh si A, menjadikan ini sebagai sarana promosi keduanya. Keduanya sama-sama berjalan berbarengan menawarkan hasil karyanya. Ketika sampai pada titik lagunya bisa diterima dan disukai banyak orang, maka akan berimbas dengan banyaknya ulasan tentang hal itu. Ulasan tentang hal menarik dari keduanya itulah yang membuat namanya jadi muncul ke permukaan.

Sebut saja ini sebuah kolaborasi dua arah, yang mewakili masing-masing garis warna yang dibawanya. Seperti ada dalam pertunjukan teater yang mencangkup akting, musik, tari, visual art dan berbagai macam hal menarik dari kesenian yang ditampilkan. Menjadi satu keutuhan dalam berbagai bentuk karya seni. Karena satu jenis kesenian itu tidak bisa berjalan sendirian. Seperti halnya musik yang membutuhkan seni lainnya, seperti seni rupa misalnya, untuk mewakili apa yang ingin disampaikan musiknya melalui gambar, dalam bentuk merchandise, cover album, poster, dan banyak lagi lainnya.

Lepas dari semua itu, yang paling penting adalah karya-nya harus bagus dulu. Bagus dalam artian berkarakter dan jelas dengan apa yang ingin dicitrakan oleh si pelaku seninya tersebut. Karena karya yang bagus dan berkarakter akan mendatangkan apresiasi yang bagus. Dengan apresiasi yang bagus dan dinyatakan diterima oleh banyak orang, maka masing-masing dari yang mewakili karya yang dibawanya akan sama-sama diuntungkan. Diuntungkan dalam artian namanya menjadi muncul ke permukaan atau hal lain diluar itu, yang jelas pada akhirnya sebuah karya itu bisa diapresiasi oleh banyak orang.

Sejak belum ditemukannya uang sebagai alat tukar yang bernilai, manusia menggunakan cara bertukar barang yang dia punya dengan barang yang dia butuhkan. Dengan si pemusik yang butuh tampilan visual dalam musiknya, dan si perupa yang butuh musik untuk menguatkan gambarnya, maka barter saja. “simbiosis mutualisme dalam kolaborasi karya”, mewakili garis warna yang dibawanya. Dalam artian sebenarnya, nilai sebuah seni terletak pada keindahan saling support yang menawarkan sebuah gambaran rasa dan pemikiran.

Sumber foto : https://www.altpress.com

BACA JUGA - Mengupas Lirik Lagu Lentera Jiwa Milik Nugie

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner