Singular Omnibus : Kompilasi Singel Milik Oyster
Bagi Oyster band adalah wadah bermain MUSIK (bukan genre), sehingga mereka lebih suka ‘bermain dengan genre’, dibanding harus ‘dipermainkan oleh genre’ – sebagaimana stigma umum dalam permusikan indie-music.
Pada awalnya, lima anak Bandung ini hanya ingin membuat musik yang ingin mereka dengar. Sesimpel itu. Seiring berjalannya waktu, akibat penemuan terhadap konsep-konsep baru, mereka pun membuat lagu-lagu yang dapat terasa seksi sekaligus maskulin; atau musik cadas yang tetap terasa feminim. Sejauh ini, vibes & soul yang Oyster coba tawarkan adalah kualitas harmonisasi – yang terdiri dari paduan karakter vokal, chord, komposisi/bagan lagu, penentuan diksi pada lirik, hingga pemilihan detil ornamen dari sound tiap instrumen.
Penyuka musik-musik modern-rock yang upbeat, boleh teriak-teriak bareng single "Stranger". Bagi mereka yang ingin nostalgia dengan masa-masa kejayaan Muse dan Foo Fighters, single "GÆA" wajib dipilih. Bagi kawan- yang suka musik dance-rock bersiaplah mendengarkan single "Turn". Khusus pasukan ‘galau’ yang lagi butuh dampingan musik akustik elegan bagi kamar tidurnya yang sepi, mudah-mudahan matched dengan "The Ballad Of Lunar & Stellar". Lalu single "Billions" mereka persembahkan bagi orang-orang yang sedang mengisi ulang energi optimisme di hidupnya, lewat tembang atmosferik nan meruang layaknya musik post-rock/shoegaze.
Alih-alih merangkum kelima lagu tersebut dalam sebuah mini-album atau EP, Oyster justru membentuk Singular Omnibus, terinspirasi dari omnibus (kompilasi film-film pendek dalam satu rilisan). Kata ‘singular’ mereka bubuhkan sebagai plesetan dari ‘singles’. Lagu-lagu tersebut tersedia di portal Spotify dan iTunes, sedangkan liriknya tersedia di Soundcloud. Kelima single Oyster berikut ini, memiliki artwork cover sendiri-sendiri, agar cerita dalam tiap lagu punya tunjangan visual.
Comments (0)